Objek Wisata di Temajuk Kesulitan Listrik 24 Jam, Signal Ponsel pun Numpang ke Malaysia

Antara, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 406 2438982 objek-wisata-di-temajuk-kesulitan-listrik-24-jam-signal-ponsel-pun-numpang-ke-malaysia-EYGBv4j1Ww.JPG Pesona Pantai Temajuk di Sambas, Kalbar (Foto: Instagram/@pantai_temajuk)

TEMPAT wisata di perbatasan, Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang kerap dijuluki sebagai 'Surga di Ujung Borneo' membutuhkan pasokan listrik 24 jam agar bisa menunjang lebih maksimal kegiatan masyarakat dan pariwisata daerah tersebut.

"Temajuk adalah tempatnya, tidak berlebihan Temajuk dijuluki 'Surga di Ujung Borneo' karena bentang alamnya menyajikan panorama yang begitu indah. Namun sebagai daerah tujuan wisata listrik penting dan perlu menjadi perhatian," ujar Staf Khusus DPD RI 2017-2019 yang juga putra daerah kelahiran Pemangkat, Sambas, Bambang Hermansyah, melansir Antara, Minggu (11/7/2021).

Ia mengatakan, pantai yang panjang dan bersih, bebatuan besar timbul di bibir pantai, ada yang menjorok ke laut membentuk pulau, bukit yang langsung menghadap laut luas, hutan mangrove lengkap dengan udang dan burungnya menjadi kekayaan Temajuk sebagai destinasi wisata.

Baca juga: Tradisi Unik Ini Hanya Ditemukan di Alaska, Buang Mobil Tua dari Tebing

"Tak hanya itu di bulan-bulan tertentu juga dapat melihat aktivitas penyu bertelur di pantai Temajuk, nelayan menangkap Ubur-ubur. Anda juga bisa menyaksikan aktivitas petani menanam padi, berkebun lada dan karet yang posisinya bersebelahan dengan batas wilayah negara tetangga, Malaysia. Unik dan menarik," tuturnya.

Desa Temajuk di Kalbar

(Foto: Instagram/@pantai_temajuk)

Desa Temajuk secara administratif terletak di Kecamatan Paloh, Kupaten Sambas berbatasan darat langsung dengan negara tetangga, Sarawak, Malaysia.

Keramahan warga yang berjumlah kurang lebih 720 Kepala Keluarga (KK) dan kulinernya membuat siapapun betah ke sana. Namun sayang, kebetahan itu sedikit terganggu dengan terbatasnya infrastruktur di Temajuk salah satunya, pasokan listrik.

Ia mendorong perusahaan listrik negara (PLN) untuk memenuhi hak dasar warga akan energi yaitu listrik.

“Kita mengapresiasi kerja PLN yang sudah memberikan pembangkit listrik tenaga surya dan diesel kepada warga Temajuk, namun hanya terbatas 12 jam, setelah itu listrik mati. Temajuk adalah kawasan wisata potensial, kita minta PLN dapat menghidupkan listrik 24 jam di Temajuk. Hal ini juga dalam rangka mendukung program pemerintah untuk memajukan pariwisata nasional," bebernya.

Salah satu syarat agar pariwisata maju kata dia, ialah terpenuhinya sarana dan prasarana. “Sangat disayangkan kebutuhan dasar seperti listrik belum 24 jam apalagi kawasan ini kawasan perbatasan. Sehingga kita tidak hanya bicara wisata, tetapi juga kedaulatan, pertahanan dan keamanan negara," sesalnya.

Warga Temajuk, Herlin menuturkan, sebagian besar wisatawan yang datang ke sana memilih untuk tidak menginap, karena listrik terbatas hanya 12 jam. Begitu juga signal handphone hanya bisa di tempat-tempat tertentu.

"Selama ini masyarakat dan wisatawan yang datang Temajuk sebagian besar menumpang signal Malaysia. Nah kalau Hp baterainya habis karena tidak ada listrik wisatawan tidak akan betah berlama-lama ke tempat kami," ujar Herlin.

"Masyarakat yang berjualan pun tidak maksimal pendapatannya, karena seperti ikan, es batu dan makanan lainya memerlukan kulkas. Oleh karena itu kami meminta kepada PLN dapat memenuhi listrik di Temajuk 24 jam," pintanya seraya mengakhiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini