KA Lokal di Jatim Kembali Beroperasi, Cuma Pekerja Esensial & Kritikal Boleh Naik

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 406 2439143 ka-lokal-di-jatim-kembali-beroperasi-cuma-pekerja-esensial-kritikal-boleh-naik-vb72Bo85yV.JPG Ilustrasi (Foto: PT KAI)

PT KAI DAOP 8 Surabaya akhirnya mengoperasikan kembali kereta api (KA) lokal di Jawa Timur, setelah sejak pemberlakuan PPKM darurat, KA lokal dihentikan operasionalnya. Pengoperasian kembali KA lokal ini akan dimulai pada Senin (12/7/2021).

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif menyebut, pengoperasian kembali KA lokal ini hanya melayani masyarakat yang bekerja di sektor perkantoran esensial dan sektor kritikal.

"Kebijakan ini menyesuaikan dengan SE Kemenhub Nomor 50 Tahun 2021 tentang Perubahan atas SE Menteri Perhubungan Nomor 42 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19," ucap Luqman saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia.

Baca juga: Bangkitkan Pariwisata, Jalan Sepanjang 1,4 Km Dibangun Menuju Pulau Berhala

Luqman menjelaskan, setidaknya empat KA lokal yang bakal kembali beroperasi, mulai KA Ekonomi Lokal relasi Stasiun Surabaya Kota - Stasiun Bangil Pasuruan (PP), KRD di Stasiun Pasar Turi - Stasiun Lamongan (PP), KRD lokal relasi Stasiun Surabaya Pasar Turi - Stasiun Lamongan (PP), serta KRD lokal relasi Stasiun Indro - Stasiun Surabaya Pasar Turi - Stasiun Sidoarjo (PP).

Dikatakan Luqman, setiap petugas di stasiun keberangkatan akan melakukan pemeriksaan seluruh persyaratan pelanggan sebelum diizinkan melakukan perjalanannya.

"Jika ada yang tidak lengkap, maka yang bersangkutan tidak akan diizinkan untuk berangkat dan uang tiket akan dikembalikan 100 persen," tegas Luqman.

KAI mendukung penuh seluruh kebijakan pemerintah dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di masyarakat.

"Pengetatan persyaratan tersebut diharapkan dapat menekan mobilitas masyarakat melalui transportasi kereta api di masa PPKM Darurat ini," tutupnya.

Sebagai informasi, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk melaksanakan PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021 dalam upaya untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia. Ada beberapa ketentuan penting dalam penerapan PPKM Darurat tersebut.

Beberapa ketentuan yang dikeluarkan adalah pengetatan kewajiban bekerja dari rumah, untuk semua pekerja sektor non-esensial, dan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.

Bagi sektor esensial, maksimal 50 persen staf yang bekerja di kantor, dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat, dan 100 persen bagi sektor kritikal.

Baca juga: PPKM Darurat, Kawasan Wisata Legian Disemprot Disinfektan dari Limbah Dapur

Pemerintah mengizinkan supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan swalayan untuk beroperasi hingga pukul 20.00 WIB, dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Untuk apotek, diperbolehkan untuk beroperasi selama 24 jam.

Namun, pemerintah memutuskan agar pusat perbelanjaan, serta pusat perdagangan lain, termasuk kawasan wisata, ditutup selama penerapan PPKM Darurat tersebut. Sejumlah fasilitas umum seperti halnya lapangan, taman bermain, hingga stadion terpaksa ditutup untuk umum, demi mencegah kerumunan masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini