Penumpang Kena COVID-19, Kapal Pesiar Ini Kembali ke Singapura

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 406 2440782 penumpang-kena-covid-19-kapal-pesiar-ini-kembali-ke-singapura-X35ESE7LUW.jpg Kapal pesiar berlabuh ke pelabuhan Singapura setelah seorang penumpang positif COVID-19 (Reuters)

DEWAN Pariwisata Singapura menyatakan sebuah kapal pesiar yang dioperasikan oleh Genting Cruise Line kembali berlabuh ke negara kota itu, setelah seorang penumpang berusia 40 tahun diduga terjangkit COVID-19.

“Penumpang itu diidentifikasi sebagai kontak dekat dari kasus terkukuhkan di darat, dan segera diisolasi sebagai bagian dari protokol kesehatan di kapal,” kata dewan pariwisata dalam pernyataannya, Rabu 14 Juli 2021.

Baca juga: Liburan ke Little India Singapura, Ini Sederet Aktivitas Seru Bisa Dinikmati Wisatawan Muslim

Disebutkan bahwa penumpang itu melakukan tes PCR di kapal dengan hasil positif, dan telah dikirim ke rumah sakit untuk tes lebih lanjut guna mengukuhkan hasil tersebut.

Tiga rekan seperjalanannya juga diidentifikasi dan diisolasi, kata dewan pariwisata. Hasil tes COVID-19 mereka negatif dan pelacakan kontak lebih lanjut sedang dilakukan.

Semua kegiatan rekreasi di atas kapal Dream Cruises’ World Dream itu dihentikan dan para penumpang diminta untuk tetap berada dalam kabin mereka hingga hasil tes diterima dan pelacakan kontak tuntas, kata dewan pariwisata. Genting belum segera menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Menurut sebuah laporan media, kapal itu meninggalkan Singapura pada Minggu untuk pelayaran selama empat hari.

Baca juga: Mengenal Kapal Pesiar Terbesar di Dunia, Ada Waterboom dan Bartender Robot

Industri kapal pesiar global mengalami pukulan ekonomi yang besar dari pandemi virus corona. Sebagian dari banyak kasus wabah terbesar ditemukan di kapal-kapal pesiar.

Singapura, dengan catatan jumlah kasus COVID-19 domestik yang relatif rendah, meluncurkan pelayaran pulang pergi dengan kapa-kapal pesiar mewah pada November, tanpa singgah di pelabuhan apapun dan hanya berlangsung beberapa hari saja.

Pelayaran semacam itu semakin populer selama pandemi dan dibatasi hanya untuk penduduk Singapura.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini