Begini Strategi Pemkab Bogor Bangkitkan Pariwisata yang Lesu saat PPKM Darurat

Antara, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 406 2440859 begini-strategi-pemkab-bogor-bangkitkan-pariwisata-yang-lesu-saat-ppkm-darurat-BbUheizf4N.JPG Objek wisata Situ Rawagede di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Foto: Instagram/@cormeliaaa_)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat menyiapkan strategi untuk membangkitkan sektor pariwisata yang kini masih terpuruk saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Selain menerapkan standard clean, healty, safety and environment (CHSE), protokol kesehatan, dan vaksinasi Covid-19 para pelaku usaha wisata, kami akan menyiapkan strategi khusus supaya dunia pariwisata bangkit kembali," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Deni Humaedi.

Hingga kini, Pemkab Bogor telah melakukan vaksinasi terhadap 4.960 orang pelaku usaha pariwisata dari target 12.000 orang.

Untuk vaksinasi Covid-19, saat ini sebanyak 4.960 orang pelaku usaha jasa wisata yang sudah disuntik vaksin Covid-19. Jumlah itu berarti menyisakan sekitar 7.040 orang yang belum divaksin.

Baca juga: Ilmuwan Teliti Cangkang Telur Burung Unta Purba, Hasilnya Mengejutkan!

"Dalam waktu dekat bertempat di salah satu hotel di Kecamatan Sukaraja, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor akan kembali melanjutkan vaksinasi Covid-19," kata Deni.

Di samping itu, Pemkab Bogor juga kini berupaya fokus mengembangkan potensi ekonomi pariwisata, khususnya yang berbasis konservasi. Ia menjalankan strategi pemulihan ekonomi nasional melalui pengembangan wisata desa.

Ia bahkan mengklaster empat aspek pembangunan kepariwisataan, yakni pembangunan destinasi pariwisata, industri pariwisata, pemasaran pariwisata, dan kelembagaan kepariwisataan.

Dirinya menganggap, pariwisata sebagai sektor andalan di Kabupaten Bogor dalam hal penggerak roda perekonomian. Setidaknya ia memiliki empat alasan yang membuat pariwisata di wilayahnya menjadi sektor andalan.

Pertama, pariwisata menjadi penyumbang devisa negara terbesar kedua. Alasan kedua, menyerap tenaga kerja dan memiliki nilai tambah yang besar. Ketiga, menjadi pembangunan berkelanjutan atau kelestarian lingkungan. Keempat karena Bogor memiliki potensi besar pariwisata.

Kini, ia mencatat ada 30 desa wisata yang resmi terbentuk dan 555 hotel dan penginapan yang masih bertahan saat pandemi, meski tingkat kunjungannya rendah lantaran ada pembatasan aktivitas masyarakat melalui berbagai kebijakan.

Seperti diketahui, sejumlah kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat membuat sejumlah industri di sektor pariwisata mengalami kondisi terpuruk. Pemkab Bogor mencatat sedikitnya ada 9.605 orang pelaku usaha pariwisata di wilayahnya terdampak pandemi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini