Riau Dorong Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melek Digital

Antara, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 406 2440864 riau-dorong-pelaku-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif-melek-digital-gYUE6tVU5m.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

DINAS Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, melalui Bidang Pengembangan Sumberdaya Pariwisata (PSDP) mendorong pelaku parekraf dan kelompok sadar wisata untuk menguasai digitalisasi sebagai sarana ampuh mengembangkan pariwisata di era pandemi Covid-19.

"Masa pandemi Covid-19 usaha sektor pariwisata masih terpuruk sehingga penguasaan digitalisasi diyakini bisa mendorong bangkitnya ekonomi rakyat yang terimbas dari dampak ganda kegiatan wisata," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan PSDP, Ridho Adriansyah.

Dampak ganda dari sektor pariwisata banyak, kuliner, cenderamata, penginapan, jasa transportasi, jasa pemandu wisata, kesenian dan budaya yang seluruhnya bisa dijalankan oleh kelompok sadar wisata.

Seperti 20 kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan pelaku parekraf di sekitar objek wisata Pantai Selat Baru, Bengkalis, Riau berperan penting dalam memajukan wisata di daerah mereka, sehingga pengguasaan digitalisasi harus ditingkatkan lagi, terutama dari berbagai aspek spesifiknya.

Baca juga: Gorila Terlangka di Dunia Terekam Kamera, Jumlahnya Tersisa 300 Ekor

"Aspek spesifik yang harus dikuasai kelompok sadar wisata adalah bagaimana memerhatikan kata kunci (keyword) yang digunakan. Kemudian, tips menanggapi followers dengan bijak, cara membuat dan membagikan konten menarik, penggunaan hashtag, hingga cara update konten dan crossing content. Ini bisa dimulai dari Desa Wisata," kata Ridho.

Sejumlah desa wisata yang potensial dikembangkan -hingga harus dilombakan- yakni Desa Koto Ranah, Kabupaten Rohul, Desa Sungai Akar, Kabupaten Inhil, Desa Rantau Langsat, Kabupaten Inhu, Desa Anak Setatah, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kampung Dayun, Kabupaten Siak, dan sejumlah desa wisata lainnya yang potensial dikemas lagi menjadi tujuan daerah wisata unggulan.

"Karena itu, perlu ditingkatkan secara kualitas dan kuantitas keterlibatan masyarakat dalam mempromosikan desa wisata sebagai tujuan wisata alternatif, meningkatkan partisipasi, kontribusi dan sinergitas pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola desa wisata dan masyarakatnya," jelasnya.

(put)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini