Terjungkal Dihantam Covid-19, Wisata Bantul Tetap Dirawat meski Situasi Sulit

Jum'at 16 Juli 2021 05:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 406 2441293 terjungkal-dihantam-covid-19-wisata-bantul-tetap-dirawat-meski-situasi-sulit-4YhKQde6Sq.jpg Pantai Parangtritis di Bantul, DIY (Foto: Antara)

WABAH virus corona alias Covid-19 sudah menghancurleburkan nyaris seluruh sendi kehidupan manusia. Tak hanya membunuh manusia, tapi aspek kemanusiaan pun mulai terkikis terlebih di tengah aturan PPKM darurat yang membuat mobilitas para pencari nafkah menjadi serba terbatas.

Salah satu sektor yang terdampak ialah pariwisata, meski dalam situasi sulit mau tidak mau harus tetap diperjuangkan demi terus berjalannya roda ekonomi masyarakat.

Terkait kondisi yang serba tak menentu ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, DIY terus memberikan dukungan penuh kepada pelaku wisata untuk bersabar menghadapi kondisi yang serba sulit.

“Ketika kondisi normal hampir 724 orang itu menggantungkan hidupnya di sektor wisata mulai Pinus Pengger, Puncak Becici, Pinus Sari, Seribu Batu, Pinus Asri, Bukit Mojo, Bukit Panguk Lintang Sewu serta Alas Literasi. Tetapi kondisi sulit kemarin tinggal 412 orang, bahkan sekarang ini kami shift sistem masuknya untuk sekadar bersih-bersih dan dan melakukan perbaikan daya tarik wisata di masing-masing objek,” ujar Ketua Koperasi Notowono, selaku operator kawasan objek wisata hutan pinus dan sekitarnya, Purwo Harsono, melansir laman KRjogja, Kamis, 15 Juli 2021.

Baca juga: Fakta Menarik Campuhan Ridge Walk, Jalur Trekking dengan Keindahan Alam Maksimal

Ipung sapaan akrabnya menjelaskan, saat ini objek wisata memang tutup karena PPKM darurat. Kendati begitu aktivitas sehari-hari di setiap objek tetap berjalan.

Setiap hari objek wisata dibersihkan, diperbaiki yang rusak juga dijaga setiap malam. Langkah tersebut diambil agar sektor wisata tetap ada denyut kehidupan. Sambil menunggu kebijakan dari pemerintah membuka kembali objek wisata.

“Tetap kita jaga, tetap kita bersihkan setiap hari. Juga ada yang piket itu upaya kami menjaga tempat kita semua untuk mencari rezeki,” ujarnya.

Dijelaskan, selama ini sektor wisata dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sektor informal.

Bahkan imbas dari tumbuhnya berbagai destinasi wisata di Kabupaten Bantul mampu mengantar masyarakat pengelola mencapai titik kesejahteraan. Namun setelah diterjang badai Covid-19, sektor andalan di Kabupaten Bantul itupun ikut kolaps.

Sementara, Kasi Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Markus Purnomo Adi tidak menampik jika imbas pandemi ini membuat sektor wisata benar-benar terkapar.

Kendati begitu, pihaknya men-support agar pengelola destinasi wisata tidak lantas berputus asa karena mereka tidak sebatang kara menghadapi situasi sulit ini.

“Semua lini kena dampaknya, oleh karena itu, mari kita bersama-sama tetap menjaga semangat agar segera keluar dari situasi barat ini,” kata Markus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini