Amerika Serikat Kaji Cabut Larangan Perjalanan ke Eropa

Antara, Jurnalis · Sabtu 17 Juli 2021 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 406 2441653 amerika-serikat-kaji-cabut-larangan-perjalanan-ke-eropa-lxVpkMMfAJ.JPG Presiden AS, Joe Biden (Foto: Reuters)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS), Joe Biden menyatakan, Amerika Serikat sedang meninjau kapan mencabut pembatasan yang melarang sebagian besar warga non-AS dari sebagian besar negara Eropa untuk bepergian ke negeri Paman Sam.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Biden setelah Kanselir Jerman, Angela Merkel mengangkat masalah tersebut.

"Hal itu sedang dalam proses sekarang," kata Biden mengenai diskusi tentang kapan pembatasan perjalanan itu dapat dicabut.

Biden berharap dapat menjawab dalam beberapa hari ke depan ikhwal apa yang akan dilakukan mengenai larangan perjalanan itu.

"Saya menunggu untuk mendengar dari orang-orang dalam tim Covid kami tentang kapan (pencabutan larangan perjalanan-red) itu harus dilakukan," ujarnya.

Baca juga: Segonbad, Makam Kuno Peninggalan Seljuk di Negeri Seribu Mullah

Sementara Merkel menyebut, Biden telah mengatakan hal yang sama kepadanya, seperti yang disampaikan pers. Kedua pemimpin tersebut juga membahas dampak Covid-19 varian Delta.

"Pencabutan larangan perjalanan itu harus menjadi keputusan yang berkelanjutan. Tentu tidak masuk akal jika harus memberlakukannya kembali setelah hanya beberapa hari," ucap Merkel.

Maskapai penerbangan dan lainnya telah mendesak pemerintah AS untuk mencabut pembatasan perjalanan yang mencakup sebagian besar warga negara non-AS yang baru-baru ini berada di Inggris, 26 negara Schengen di Eropa tanpa kontrol perbatasan, Irlandia, China, India, Afrika Selatan, Iran, dan Brazil.

Banyak negara yang tidak dikenakan pembatasan perjalanan oleh AS memiliki tingkat Covid-19 yang jauh lebih tinggi daripada banyak negara Eropa yang dikenai pembatasan yang berlaku sejak Maret 2020.

Pada awal Juni, Gedung Putih meluncurkan kelompok kerja antarlembaga dengan Uni Eropa, Inggris, Kanada, dan Meksiko untuk melihat cara-cara untuk akhirnya mencabut pembatasan.

Pertemuan-pertemuan untuk membahas hal itu biasanya dilakukan setiap dua minggu sekali, tetapi beberapa pertemuan baru-baru ini ditunda.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Reuters pekan lalu, bahwa ada diskusi lebih lanjut yang harus dilakukan sebelum dapat mengumumkan langkah selanjutnya tentang pembukaan kembali perjalanan dengan negara mana pun.

"Kami ingin memastikan bahwa kami melakukannya dengan berhati-hati dan berada dalam posisi untuk membuka kembali perjalanan internasional secara berkelanjutan ketika memang aman untuk melakukannya," kata pejabat Gedung Putih itu.

Baca juga: Restoran Ini Sajikan Kentang Goreng Termahal di Dunia, Sepiring Harganya Rp2,8 Juta

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS ingin maskapai penerbangan menerapkan pelacakan kontak penumpang internasional sebagai bagian dari pencabutan pembatasan, kata sejumlah narasumber kepada Reuters. Namun, tidak jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk penerapannya.

Sejumlah maskapai dan beberapa pejabat pemerintah menyatakan bahwa mereka tidak mengharapkan Amerika Serikat mencabut pembatasan perjalanan hingga paling cepat pada Agustus mendatang

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini