Hampir Setengah Abad Terbengkalai, 'Kota Hantu' di Siprus Kembali Bergairah

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 408 2441546 hampir-setengah-abad-terbengkalai-kota-hantu-di-siprus-kembali-bergairah-2lnmxuBHzC.JPG Wisatawan mengunjungi 'kota hantu' Varosha di Siprus Utara (Foto: Instagram/@erinswim)

SEBANYAK 200 ribu pengunjung menyambangi Kota Maraş (Varosha), di bagian utara Siprus, yang sebagian dibuka kembali untuk umum sejak 2020 lalu setelah ditutup sejak 1974.

Presiden Republik Turki Siprus Utara (TRNC), Ersin Tatar mengatakan bahwa pembukaan kembali Varosha membawa inovasi dan ekspansi ke kota Gazimağusa (Famagusta). Varosha sendiri terletak di bagian selatan kota.

Tatar mengatakan, potensi ekonomi dan pariwisata kota itu akan menguntungkan negara. Pulau itu dibuka sebagian pada 8 Oktober 2020 setelah tetap menjadi 'kota hantu' selama beberapa dekade.

Kota itu menjadi saksi operasi perdamaian Turki pada 1974 sebagai tanggapan atas kudeta yang ditujukan untuk aneksasi Siprus oleh Yunani.

Baca juga: Segonbad, Makam Kuno Peninggalan Seljuk di Negeri Seribu Mullah

Kota Hantu Varosha

(Foto: Instagram/@gezmekbahane)

Varosha kini telah menyedot minat orang yang tinggal di TRNC serta wisatawan asing, dengan lingkungan dan lanskap di sekitar kota. Semua itu menjadi daya tarik bagi para pelancong.

Mengenai Mediterania Timur, Tatar mengatakan, mereka telah mengambil langkah-langkah menuju pengembangan dan penguatan TRNC. Pihaknya lanjut Tatar, akan bekerjasama dengan Turki atas hak-hak mereka di wilayah tersebut.

"Turki adalah tanah air kami, negara penjamin kami, dan negara terbesar dan paling kuat di kawasan ini," katanya, menyitir Daily Sabah.

"Dominasi kami di Mediterania Timur akan memperkuat Turki dan TRNC," tambahnya.

Pulau Siprus telah terbagi sejak tahun 1974, ketika kudeta Siprus Yunani yang bertujuan untuk mencaplok pulau itu oleh Yunani diikuti oleh kekerasan terhadap orang Turki di pulau itu dan intervensi Ankara sebagai kekuatan penjamin.

Proses perdamaian pun mengalami pasang surut dalam beberapa tahun terakhir, termasuk inisiatif 2017 yang gagal di Swiss di bawah naungan negara-negara penjamin Turki, Yunani dan Inggris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini