Kisah Mistis Saranjana, 'Kota Jin' dengan Peradaban Maju yang Tak Ada di Peta

Ahmad Haidir, Jurnalis · Sabtu 17 Juli 2021 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 408 2442084 kisah-mistis-saranjana-kota-jin-dengan-peradaban-maju-yang-tak-ada-di-peta-EMYimGxEQM.JPG Pulau yang diyakini lokasi keberadaan kota gaib Saranjana di Kotabaru, Kalsel (Foto: Instagram/@sammyxnyder_istorya)

KOTA Saranjana, kendati secara administratif di dunia nyata kota tersebut berada di wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan namun sesungguhnya kota itu tak pernah ditemukan dalam peta.

Menurut kepercayaan masyarakat lokal, kota gaib itu hanya bisa didatangi oleh orang-orang pintar yang paham dengan ilmu hikmah atau gaib.

Meski tak ada dalam peta, tapi masyarakat setempat mempercayai kota tersebut benar-benar ada di sebuah pulau. Pulau itu bernama Pulau Laut, di mana ibu kota Kabupaten Kotabaru berada.

Namun jika Anda mencarinya di peta modern Indonesia, Pulau Laut tersebut nyaris tidak terlihat lantaran ukurannya yang terlampau kecil. Tempat tersebut sangat cantik dan masih perawan namun sayang tak berpenghuni.

Kota Saranjana diyakini terletak di bagian selatan pulau tepatnya di Desa Oka-Oka, Kecamatan Pulau Laut, Kotabaru, Kalsel. Sejak dulu, masyarakat setempat percaya bahwa bagian wilayah yang berupa perbukitan dan tak berpenghuni tersebut menjadi lokasi dari kota gaib Saranjana yang dihuni oleh bangsa jin muslim.

Baca juga: Kisah Mistis Macan Gaib Penunggu Alas Purwo

Masyarakat Kotabaru meyakini bahwa tidak sembarang orang mampu melihat keberadaan Kota Saranjana. Adapun satu dari sedikit orang tersebut ialah Pua Leba, yang bekerja sebagai perangkat daerah Kecamatan Pulau Laut.

Pua Leba dipercaya menjadi 'warga pilihan' yang mampu keluar-masuk Kota Saranjana dengan leluasa. Hal ini dikarenakan ia memiliki senjata tradisional mandau yang diyakini dapat mengaktifkan indra keenamnya, sehingga mampu menembus alam gaib.

Peta Saranjana

(Foto: Instagram/@sammyxnyder_istorya)

Dalam perjalanannya keluar-masuk kota gaib tersebut, Pua Leba mengaku selalu dijemput oleh salah seorang tokoh Saranjana menggunakan mobil berwarna merah atau kuning.

Sudah banyak orang yang ia ajak mengunjungi Saranjana, namun belum ada satupun yang mampu melihat kotanya.

“Kalau kamu mau, ayo saya ajak ke Saranjana, tapi pagi saja,” ujar Pua Leba kepada seorang pengunjung yang mendatanginya, seperti dilansir dari saluran YouTube, inidia misteripedia.

Baca juga: Kisah Desa 'Hantu' yang Penuh Reruntuhan Kuno, Destinasi Sempurna untuk Introvert

Pua Leba mengungkapkan bahwa warga Saranjana diyakini merupakan golongan jin muslim yang menyerupai manusia. Hanya saja mereka memiliki fisik yang lebih besar serta paras menawan ketimbang manusia pada umumnya.

Kondisi Kota Saranjana juga bukan kaleng-kaleng. Kota ini memiliki penampilan fisik modern layaknya kota dengan peradaban maju. Deretan gedung pencakar langit bisa dijumpai di sana plus teknologi canggih yang jauh di atas teknologi manusia saat ini.

Meski kerap menyambangi Kota Saranjana, Pua Leba mengaku tak pernah sekalipun makan atau minum di sana, melainkan hanya berjalan-jalan saja. Hal itu dikarenakan jika hal itu dilakukannya maka diyakini akan sulit untuk kembali ke alam nyata.

Dikisahkannya, pernah ada seorang warga yang bisa melihat Kota Saranjana dan lantas tak sengaja makan di sana. Alhasil, orang itu tak pernah kembali ke dunia nyata dan kini menjadi penghuni kota gaib.

Bahkan disebutkan, pria itu telah menikah dengan penduduk asli dari golongan jin di Kota Saranjana hingga dikaruniai anak.

Pua Leba mengatakan, penduduk Kota Saranjana sama sekali tidak mengganggu manusia. Bahkan, banyak yang berbelanja di daerah Kotabaru dan ada juga warga asli kota gaib tersebut yang bersekolah di alam nyata.

Baca juga: Dihuni Hantu, Desa Kuno yang Indah Dijual Rp2,5 Miliar

Pua Leba pun mengaku sering dimintai tolong oleh warga untuk mencarikan barang hilang. Hal ini karena suatu ketika, Pua Leba meminta tolong kepada seorang rekannya yang merupakan penduduk Saranjana untuk membantunya saat ada warga yang melapor kehilangan mobil.

Rekannya tersebut kemudian mengatakan bahwa mobil sudah berada di sebuah bengkel di daerah Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Ia pun menyuruh warga tersebut untuk mendatangi bengkel dan benar saja, sesampainya di sana mobil itu ditemukan. Sempat terjadi keributan kecil dengan warga sekitar sebab bagaimana mobil tersebut bisa sampai di bengkel padahal tidak ada kemudinya. Ia pun mengambil kesimpulan jika mobil tersebut telah dicuri.

Ada lagi kisah mistis mengenai Kota Saranjana yang cukup populer hingga saat ini. Salah satunya adalah kisah mengenai pemesanan sejumlah alat berat dari Jakarta yang membuat kaget pemerintah setempat. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1980-an.

Semua alat berat dengan nilai fantastis itu dipesan seseorang dengan alamat Kota Saranjana dan telah dibayar lunas.

Padahal, Kota Saranjana di alam nyata secara administratif tidak ada di Kabupaten Kotabaru. Cerita ini pun melegenda dari mulut ke mulut hingga sekarang.

Selain itu, terdapat cerita serupa yaitu kisah mengenai orderan berbagai mobil mewah pesanan warga Saranjana dari Surabaya, tapi tidak diketahui sosok pemesannya serta lokasi asal pemilik yang misterius.

Begitu pula kisah lain tentang kapal ferry yang mengangkut banyak penumpang dari Tanjung Serdang Kotabaru, namun begitu merapat ke Pelabuhan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, mendadak sepi. Konon sebagian penumpang kapal tersebut adalah masyarakat Kota Saranjana dari kalangan jin!.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini