Pecahkan Misteri Peradaban Kuno, Arkeolog Teliti Artefak Berusia 4.000 Tahun

Aliefa Khaerunnisa Salsabila, Jurnalis · Senin 19 Juli 2021 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 406 2442524 pecahkan-misteri-peradaban-kuno-arkeolog-teliti-artefak-berusia-4-000-tahun-rcVS8CGyzQ.JPG Berbagai artefak kuno yang ditemukan di kota tua Turki tenggara (Foto: AA)

PARA arkeolog kembali melakukan penggalian di Aççana Mound, yang terletak di kota tua Alalah, tepatnya Distrik Reyhanlhan, Turki tenggara. Peneliti berhasil menemukan sisa-sisa artefak kuno berusia 4.000 tahun.

Penggalian pertama sebenarnya telah dilakukan oleh ilmuwan Inggris, Leonard Woolley pada 1930-an. Adapun penggalian pada 2021 ini kembali dilakukan di bawah pengawasan Profesor Murat Akar, seorang Kepala Departemen Arkeologi Universitas Hatay Mustafa Kemal (MKÜ) Protohistory dan Departemen Arkeologi Timur Dekat. Tim arkeolog ini beranggotakan 14 orang ilmuwan.

Penelitian lanjutan dilakukan pada gundukan batu dan area sekitarnya yang disebut 'zona kuil'. Di kawasan ini, para arkeolog terus berupaya mengungkap budaya, agama, gaya hidup, dan perdagangan di Alalakh, ibu kota negara bagian Mukis di masa lalu, melalui berbagai benda yang telah mereka temukan selama penggalian.

Berbicara kepada Anadolu Agency (AA), Profesor Akar mengatakan, Alalah adalah salah satu permukiman kuno terpenting di mana jejak zaman perunggu dapat digali di Lembah Amik. Di sana akan memberikan informasi tentang gundukan dan pekerjaan mereka di masa lampau.

Baca juga: Segonbad, Makam Kuno Peninggalan Seljuk di Negeri Seribu Mullah

Situs Purbakala di Turki Tenggara

(Foto: AA)

“Zaman perunggu akhir adalah periode di mana kerajaan besar muncul dalam sejarah. Pada periode ini, kita dapat berbicara tentang keberadaan Kekaisaran Het di Anatolia, Kekaisaran Mesir di selatan dan Kekaisaran Mitanni di sekitar Eufrat dan Tigris. Lokasi paling penting di mana jejak perang, perjanjian diplomatik, dan hubungan komersial dari kerajaan-kerajaan besar dapat dilacak ialah Lembah Amik," jelas Akar.

Kekaisaran itu kata dia, dahulu ingin memiliki kekuatan yang efektif di lembah Amik. Salah satu alasan terbesarnya ialah kekayaan alam di sektor pertanian.

"Ini adalah geografi yang signifikan yang dapat berfungsi sebagai toko makanan untuk kerajaan besar. Alasan lain adalah kepentingan geopolitiknya. Lembah ini terletak di semua jalur perdagangan dan berinteraksi dengan semua budaya Mediterania Timur melalui hubungannya dengan laut,” tambah dia.

Berdasarkan penelitian DNA purba yang mereka lakukan dalam beberapa tahun terakhir, diperoleh data tentang migrasi dan mobilitas manusia zaman itu untuk urusan perniagaan internasional.

"Lembah Amik adalah pusat pergerakan internasional zaman perunggu. Namun, kerangka manusia yang kami temukan di makam hingga saat ini sebagian besar milik penduduk setempat," terang Akar.

Situs Purbakala di Turki Tenggara

(Foto: AA)

"Ini menunjukkan kepada kita pentingnya orang-orang lokal di wilayah internasional. Tetapi kami juga bertanya pada diri sendiri dari mana (saja) orang-orang lain datang ke wilayah ini. Kami akan melakukan pekerjaan untuk mengungkap misteri ini," paparnya.

Penggalian di situs tersebut telah berlangsung selama 21 tahun dan mereka hingga kini mencoba memahami asal-usul, cerita dan peradaban di balik temuan bangunan kuno dan tekstur perkotaan yang terbentuk di kota kuno tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini