Selain PCR & Vaksin, Naik Pesawat Wajib Penuhi Syarat Ini

Antara, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 406 2443493 selain-pcr-vaksin-naik-pesawat-wajib-penuhi-syarat-ini-c0YlFlMtvC.JPG Ilustrasi (Foto: Instagram/@angkasapura2)

PEMBERLAKUAN pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat resmi diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Pemerintah kini memberlakukan syarat terbaru bagi pelaku perjalanan dengan pesawat terbang selain wajib tes PCR dan vaksinasi Covid-19.

Aturan terbaru, calon penumpang pesawat yang hendak berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta wajib mengunduh aplikasi PeduliLindungi. Pemerintah mewajibkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pelaku perjalanan udara dalam rangka meminimalisasi risiko penularan Covid-19.

"Penerapan sistem check-in online dengan database hasil tes PCR dan vaksinasi sudah kita uji coba selama dua pekan dan berjalan dengan baik. Mulai hari ini, kebijakan tersebut kita berlakukan secara resmi," ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/7/2021).

Menurut dia, integrasi data ini demi menghindari penggunaan hasil tes dan kartu vaksinasi manual yang mudah dipalsukan.

Baca juga: Mengintip Kargo Jenazah di Bandara Soekarno-Hatta, Punya Nyali?

"Karena selain menghindari bukti tes dan vaksinasi palsu, mekanisme ini memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang hendak bepergian, karena tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hard copy yang dapat menimbulkan antrean dan kerumunan," tutur Oscar.

"Semua data penumpang yang telah melakukan vaksinasi dan hasil pemeriksaan PCR/antigen tersimpan dengan aman di big data Kemenkes yang diberi nama New All Record atau NAR," sambungnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, mengatakan, aturan ini bertujuan memperkuat protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Kebijakan itu kata dia, merujuk pada Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Nomor 847 Tahun 2021 tentang Digitalisasi Dokumen Kesehatan bagi Pengguna Transportasi Udara yang Terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi.

Calon penumpang pesawat kata dia, wajib melakukan tes Covid-19 di 742 laboratorium yang terintegrasi dengan data New All Record (NAR) Kemenkes, yang mana hasilnya akan langsung diunggah di aplikasi PeduliLindungi.

"Nama-nama dari 742 laboratorium tersebut tercantum di dalam Surat Edaran Menkes Nomor 4642/2021 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pemeriksaan Covid-19," kata Awaluddin.

Validasi dokumen kesehatan digital meliputi kartu vaksinasi dan hasil tes Covid-19, di aplikasi PeduliLindungi akan dilakukan di bandara oleh personel Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes) dan di konter check-in oleh maskapai menggunakan pemindai QR code dan/atau microsite aplikasi PeduliLindungi.

Sebelumnya, sejak Senin, 19 Juli 2021, AP II telah melakukan uji coba prosedur tersebut secara bertahap pada 17 bandara di bawah naungannya.

Bandara tersebut meliputi Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), dan Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang).

Kemudian Bandara Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), Silangit (Tapanuli Utara), Banyuwangi (Banyuwangi), Tjilik Riwut (Palangkaraya), Radin Inten II (Lampung), H.A.S Hanandjoeddin (Tanjung Pandan), dan Bandara Fatmawati Soekarno (Bengkulu).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini