Penyakit Wajib Diwaspadai Traveler Selain Covid-19 saat Bepergian

Aliefa Khaerunnisa Salsabila, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 549 2443218 penyakit-wajib-diwaspadai-traveler-selain-covid-19-saat-bepergian-X6j8frw4eo.JPG Ilustrasi (Foto: Reuters)

PANDEMI virus corona alias Covid-19 sudah berlangsung dua tahun. Belum ada tanda-tanda wabah global itu akan sirna. Sehingga, masyarakat senantiasa diimbau untuk menjaga protokol kesehatan ketat dalam beraktivitas demi mencegah penularan virus.

Pandemi membuat semua rencana perjalanan carut marut, namun seiring peluncuran program vaksinasi Covid-19 dan pelonggaran pembatasan, perjalanan internasional perlahan kembali bergeliat.

Nah, jika Anda berencana bepergian ke luar negeri, maka Anda harus ingat bahwa ada penyakit dan risiko kesehatan lain bisa jadi mengancam keselamatan nyawa Anda.

Terbakar sinar matahari, diare, hingga gigitan nyamuk jadi potensi berbahaya bagi pelancong selain virus corona.

Baca juga: Swedia Punya Waktu Siang Terpanjang, Warganet: Kalo Gini Habis Buka Langsung Sahur!

"Wisatawan sebaiknya mempersiapkan diri dengan baik," ucap seorang dokter spesialis penyakit tropis asal Jerman, Tomas Jelinek.

Jelinek menyarankan traveler selalu membawa tabir surya, obat nyamuk dan penawar diare setiap kali bepergian. Berikut sejumlah penyakit yang patut diwaspadai traveler saat bepergian;

Hepatitis A dan TBE

Wisatawan yang hendak pergi ke Mediterania harus memastikan telah memeroleh vaksinasi terhadap hepatitis A, yang menyebabkan peradangan hati. Menurut Jelinek, risiko tertular virus di Italia selatan jauh lebih tinggi daripada di Eropa utara, misalnya.

Vaksinasi terhadap tick-borne encephalitis (TBE) juga dapat masuk akal untuk banyak tujuan. Di Jerman selatan, misalnya, kasus TBE baru-baru ini melonjak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, kata Jelinek.

Demam Berdarah

Nyamuk adalah pembawa penyakit yang sangat umum. Mulai demam berdarah dengue (DBD), malaria hingga chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.

“Tergantung pada negaranya, ini bisa kurang lebih relevan. Meski ini adalah masalah nyata di daerah yang terkena wabah demam berdarah, misalnya, itu tidak benar-benar menjadi masalah di Mediterania," ujar pakar medis tersebut.

Obat nyamuk yang dijual pada destinasi tujuan dianggap lebih efektif melawan nyamuk lokal.

"Di negara-negara berpenghasilan rendah khususnya, tidak ada pasar untuk (obat) pengusir nyamuk yang efektif. Sementara 'pengusir' nyamuk sangat efektif sudah tersedia di negara-negara berpenghasilan tinggi," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini