Australia Perpanjang Lockdown di Victoria, Pantai & Objek Wisata Populer Diawasi Ketat

Antara, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 406 2443607 australia-perpanjang-lockdown-di-victoria-pantai-objek-wisata-populer-diawasi-ketat-N9ATHnNfOt.JPG Kawasan wisata pantai di Victoria, Australia sepi saat lockdown (Foto: Instagram/@vic_beach)

PIHAK berwenang Australia akan memperpanjang penguncian (lockdown) di negara bagian Victoria meski sebenarnya kasus penularan Covid-19 sedikit berkurang saat wilayah itu berjuang menghentikan penyebaran varian sangat menular, Delta.

Kepala pemerintahan Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews, mengatakan, aturan karantina wilayah tidak akan dicabut karena kasus masih terdeteksi di masyarakat.

"Mungkin beberapa hari akan cerah dan kemudian ada kemungkinan besar kita akan kembali menerapkan penguncian. Itu yang saya coba hindari," kata Andrews saat menjelaskan mengapa karantina wilayah tidak dicabut sebagaimana dijadwalkan semula.

Victoria, negara bagian terpadat kedua di negara itu yang mencakup Melbourne, pada Senin melaporkan 13 kasus yang muncul secara lokal. Jumlah itu turun dari 16 kasus pada hari sebelumnya. Semua kasus lokal baru itu memiliki kaitan satu sama lain.

Hampir setengah dari 25 juta penduduk Australia menjalani perintah untuk tetap berada di rumah. Sydney, kota terbesar di negara itu, memberlakukan karantina wilayah selama lima minggu sementara semua wilayah Negara Bagian Victoria menerapkan aturan tinggal di rumah.

Baca juga: 8 Lokasi Wisata Tersembunyi di Australia

Aturan-aturan tersebut diterapkan setelah varian Covid-19 Delta yang bergerak cepat memicu wabah terburuk di negara itu tahun ini.

Infografis Kota Terbaik di Eropa

Negara Bagian New South Wales (NSW), yang beribu kota Sydney, melaporkan 98 kasus baru yang muncul secara lokal. Jumlah itu turun dari 105 sehari sebelumnya.

Sedikitnya 20 kasus baru penularan terjadi di masyarakat, hampir sama dengan kemunculan kasus beberapa hari terakhir.

"Angka 20 itu adalah jumlah yang sangat ingin kami singkirkan, semakin dekat angka itu menjadi nol, semakin cepat kita bisa mengakhiri penguncian," ujar kepala pemerintah NSW, Gladys Berejiklian, dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

Baca juga: Covid-19 Menggila, Festival Vivid Sydney Ditunda hingga September 2021

NSW telah dua kali memperpanjang masa karantina wilayah di Sydney sejak pertama kali memberlakukan aturan itu pada 26 Juni. Pembatasan ketat yang sedang diterapkan saat ini akan berakhir pada 30 Juli.

Kendati pada Senin kasus menurun, Berejiklian mengatakan bahwa NSW belum bisa melihat hasil dari pemberlakuan penguncian ketat tersebut untuk "empat atau lima hari ke depan".

Di Sydney, pembatasan diperketat selama akhir pekan. Para pejabat melarang sekitar 600 ribu orang -yang tinggal di daerah-daerah pinggiran kota dan paling parah terkena dampak wabah- meninggalkan kompleks mereka tinggal untuk bekerja. Sementara itu, tempat-tempat usaha dan gedung-gedung dengan kegiatan tidak penting diperintahkan untuk ditutup.

Australia telah berhasil melewati wabah pada masa sebelumnya serta menjaga angka korban Covid-19 relatif rendah berkat pelacakan kontak yang cepat, kepatuhan masyarakat yang tinggi terhadap aturan pembatasan sosial yang ketat, serta pemberlakuan karantina wilayah. Sejauh ini, negara itu mencatat 31.900 kasus dan 914 kematian.

Para ahli mengatakan, Australia hingga akhir tahun ini kemungkinan masih secara berkala akan memberlakukan penguncian sampai jumlah orang yang sudah divaksin mencapai target.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh surat kabar Australia pada Senin menunjukkan bahwa program vaksinasi berjalan lambat. Baru 13 persen dari penduduk usia dewasa di negara itu yang sudah disuntik vaksin dengan dosis penuh.

Baca juga: Penerbangan ke Australia Baru Bisa Pulih Pada 2024

Para pejabat juga merasa frustrasi setelah laporan bermunculan soal orang-orang yang melanggar pembatasan sosial di Sydney. Keadaan itu mendorong polisi negara bagian mulai melakukan 'patroli dengan pengawasan ketat' di sepanjang pantai, termasuk tempat-tempat wisata populer seperti Bondi dan Manly.

Komentator kontroversial asal Inggris, Katie Hopkins akan dideportasi setelah ia mengunggah video di Instagram.Dalam unggahan itu, ia bercanda tentang membuka pintu dalam keadaan tanpa mengenakan pakaian dan masker -kalau ada orang yang mengantarkan makanan- saat ia menjalani karantina di sebuah hotel di Sydney.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini