Program Pariwisata Berkelanjutan Dikembangkan di NTT, Apa Saja?

Antara, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 406 2443752 program-pariwisata-berkelanjutan-dikembangkan-di-ntt-apa-saja-nvf1ZLd913.JPG Pesona alam Labuan Bajo, NTT (Foto: Instagram/@kalvin.ping)

BADAN Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOLBF) tengah mengembangkan tiga program dalam rangka pengembangan pariwisata berkelanjutan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina mengatakan, tiga program utama yang menjadi fokus pengembangan pariwisata ke depannya yakni pasar wisata Flores, Lembata, Alor, Bima (Floratama), Floratama Academy dan juga persiapan Floratama Travel Pass.

"Tahun lalu fokus pengembangan pariwisata kita adalah mempersiapkan segalanya agar pariwisata kita bisa bangkit kembali di tahun 2021 ini di tengah pandemi. Nah, tahun ini ada bedanya yakni kami sedang kembangkan tiga program untuk pengembangan pariwisata ke depannya," kata Shana, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Rekomendasi Itinerary Labuan Bajo Super Puas, Jangan Lupa Beli Oleh-Oleh

Ia menjelaskan, untuk pasar Floratama sendiri BPOLBF fokus pada inkubasi dan pemasaran produk-produk ekonomi kreatif dari empat pulau besar yang menjadi lokasi pengembangan pariwisata berkelanjutan untuk mendukung Labuan Bajo menjadi menjadi destinasi wisata super premium.

Kemudian kedua adalah Floratama Academy yang merupakan rangkaian program inkubasi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bisnis usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah koordinatif Floratama dan sekitarnya melalui program inkubasi usaha dan bimbingan teknis para ahli secara daring dan luring.

Selain itu kata dia, S Floratama Academy bertujuan untuk mengembangkan potensi usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, di mana memberikan akses pemasaran dan pendanaan terhadap pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Tak hanya itu, kegiatan itu juga meningkatkan kapasitas dan pembangunan industri parekraf dengan memberikan wawasan dan SDM yang mendorong pertumbuhan ekosistem pariwisata dan industri kreatif. Serta membangun perekonomian di wilayah Floratama dengan membantu membuka lapangan kerja dan kesempatan berjejaring antar pelaku usaha rintisan," tambah Shana.

Kemudian yang terakhir ialah persiapan Floratama Pass. Dalam hal ini adalah pembuatan produk wisata tematik di sejumlah desa wisata tematik yang sudah diluncurkan beberapa waktu lalu di Bali.

Ia menambahkan, pada 2020 BPOLBF bersama Kemenparekraf membuat enam jalur wisata tematik, kemudian jalur tenun dan juga adventure, serta kampung adat untuk pengembangan wisata berkelanjutan.

Untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata, BPOLBF juga bantu mengawal percepatan vaksinasi untuk petugas parekraf Floratama.

"Khusus untuk Manggarai Barat sendiri kami targetkan vaksinasi 100 persen, kemudian juga sertifikasi CHSE untuk industri pariwisatanya mencapai 70 persen," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini