PPKM Diperpanjang, Wisata Bromo-Semeru Masih Lockdown

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 406 2443828 ppkm-diperpanjang-wisata-bromo-semeru-masih-lockdown-EFduXTUMlf.JPG Kawasan wisata Gunung Bromo (Foto: Instagram/@icarotakesphotos)

BALAI Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memutuskan untuk memperpanjang penutupan kawasan wisata Gunung Bromo dan Semeru bagi pendaki. Langkah itu diambil menyusul pemerintah yang memutuskan memperpanjang PPKM darurat yang berubah istilah menjadi PPKM level 4 hingga 25 Juli 2021 mendatang.

Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Novita Kusuma Wardani membenarkan bahwa perpanjangan penutupan itu dilakukan usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan perpanjangan masa PPKM.

"Penutupan objek dan daya tarik wisata alam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru diperpanjang hingga 25 Juli 2021," kata Novita, Rabu (21/7/2021).

Perpanjangan penutupan kawasan Bromo Tengger Semeru itu memerhatikan arahan Presiden Joko Widodo terkait pelaksanaan PPKM Darurat.

Baca juga: Kawasan Bromo-Semeru Lockdown Selama PPKM Darurat

Perpanjangan penutupan kawasan taman nasional tersebut tertuang dalam surat dengan nomor PG.20/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/2021, yang dikeluarkan pada Selasa malam 20 Juli 2021.

Selama masa PPKM Darurat yang dimulai sejak 3 Juli 2021 lalu, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ditutup dari kegiatan wisata. Penutupan tersebut dalam upaya untuk meminimalisasi dampak risiko semakin meluasnya Covid-19.

Balai Besar TNBTS mengingatkan kepada masyarakat agar tertib menerapkan protokol kesehatan secara ketat, agar mampu memutus mata rantai penyebaran virus yang pertama kali merebak di Wuhan, China itu.

Presiden Jokowi pada Selasa kemarin telah mengumumkan perpanjangan masa PPKM hingga 25 Juli 2021. Jika tren kasus positif Covid-19 terus menurun, maka akan dilakukan pembukaan secara bertahap mulai Senin, 26 Juli 2021.

Jika itu benar terealisasi, maka mulai 26 Juli 2021, pasar tradisional yang menjual bahan kebutuhan pokok akan diizinkan beroperasi hingga pukul 20.00 dengan kapasitas 50 persen dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Begitupun sektor usaha lain seperti pedagang kaki lima (PKL), toko kelontong, pangkas rambut, pedagang asongan, bengkel kecil, dan usaha sejenis lainnya, diizinkan buka dengan menerapkan protokol Covid-19 hingga pukul 21.00.

Pemerintah juga telah menerapkan PPKM di provinsi-provinsi yang ada di Pulau Jawa-Bali, serta 15 kabupaten kota di luar Jawa-Bali. PPKM dilakukan dalam upaya untuk menurunkan penularan Covid-19.

Pemerintah mencatat, setelah dilakukan PPKM, data penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19, dan tingkat keterisian di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 mulai mengalami penurunan, meski masih bersifat fluktuatif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini