Okupansi Hotel di Cianjur Selama PPKM 10 Persen, Puluhan Karyawan Dirumahkan

Antara, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 406 2444131 okupansi-hotel-di-cianjur-selama-ppkm-10-persen-puluhan-karyawan-dirumahkan-pMtxk5pfuo.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PENGELOLA hotel di Cianjur, Jawa Barat, mencatat selama masa PPKM darurat yang lalu tingkat hunian maksimal 10 persen. Bahkan beberapa hotel di antaranya tidak mendapatkan tamu sama sekali pada 3-20 Juli 2021.

Markom Manager Le Eminance Hotel, Rizky Sutrisna mengatakan, meski okupansi selama PPKM menurun tajam, pihaknya tidak sampai meliburkan karyawan dengan berbagai upaya dilakukan untuk memangkas biaya operasional seperti menghemat energi hingga menghentikan karyawan harian.

"Kita menghentikan semua karyawan harian yang biasa merawat tanaman, room boy dan lainnya. Sedangkan tugasnya digantikan karyawan tetap yang sehari-hari masuk bekerja. Sesuai dengan aturan PPKM darurat setiap harinya hanya setengah karyawan yang masuk," katanya.

Baca juga: 5 Hotel Unik di Jakarta Asyik Buat Staycation, Ini Tarifnya

Sehingga upaya tersebut dinilai, cukup efektif membuat manajemen tetap berjalan karena berbagai upaya memangkas operasional setiap harinya dapat berkurang. Sedangkan angka kunjungan tetap ada karena pihaknya memberikan berbagai pilihan bagi tamu selama menginap.

Termasuk memberikan tes cepat dan usap secara cuma-cuma, bagi tamu yang menginap lebih dari dua hari. Tidak hanya tamu, pihaknya juga memastikan seluruh karyawan sudah mendapatkan vaksinasi sebanyak dua kali dan selalu menjalani tes cepat dan usap setiap pekan.

Hal berbeda terucap dari pengelola hotel di kawasan Kota Cianjur, selama PPKM darurat, mereka tidak mendapatkan tamu sama sekali, sehingga selama 17 hari, pihak manajemen terpaksa merumahkan puluhan karyawannya sebagai upaya mengurangi beban operasional.

"Sejak awal PPKM darurat, kami sudah merumahkan puluhan karyawan, sebagian besar diterapkkan sistem on call karena selama itu, tidak ada tamu yang datang. Kami berharap PPKM darurat tidak sampai diperpanjang hingga akhir bulan, karena kami bisa gulung tikar," kata manajer hotel di Jalan Abdulan bin Nuh Cianjur, Irvan.

Sementara Ketua PHRI Cianjur, Nano Indra Praja, berharap pemerintah daerah dapat memerhatikan nasib ribuan karyawan hotel yang terpaksa dirumahkan karena pihak manajemen kesulitan untuk menutupi operasional setiap harinya karena tidak ada tamu yang datang.

"Kami berharap ada perhatian pemda terhadap ribuan karyawan jasa pariwisata yang hanya mendapat upah ala kadarnya dari perusahaan tempat mereka bekerja. Perusahaan sudah tidak mampu membayar gaji full karena tidak ada tamu yang datang sedangkan operasional tinggi," kata Nano.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini