Belasan Petugas Bandara Tertular Corona, Ratusan Penerbangan Batal

Antara, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 406 2444183 belasan-petugas-bandara-tertular-corona-ratusan-penerbangan-batal-oAZNztcrVb.JPG Bandara Internasional Nanjing, China (Foto: Instagram/@huang.kaipeng)

SEBANYAK 17 petugas Bandara Internasional Lukou di Nanjing dinyatakan positif tertular virus corona (Covid-19). Akibatnya, ratusan jadwal penerbangan dari dan ke Ibu Kota Provinsi Jiangsu, China, itu dibatalkan dan ditunda secara masif sejak Rabu, 21 Juli 2021.

"Lima dari kasus positif tersebut dari kalangan orang tanpa gejala," demikian pernyataan Pemerintah Kota Nanjing kepada pers.

Pemerintah daerah setempat menemukan kasus positif itu dari tes usap (swab) yang digelar secara acak di kalangan pekerja bandara, sebagaimana laporan laman berita Shine, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Drop Off Penumpang di Bandara Ini Dikenakan Biaya Rp99.000

Sebanyak 521 jadwal penerbangan di Bandara Lukou dibatalkan. Sebelumnya bandara tersebut memiliki 663 jadwal penerbangan keluar-masuk dalam sehari.

Pihak bandara menyemprotkan cairan disinfektan di seluruh area terminal 2 yang dianggap sebagai lokasi ditemukannya kasus positif.

Masyarakat di Distrik Jiangning, Kota Nanjing, diperintahkan mengikuti tes PCR setelah temuan kasus positif di bandara tersebut.

Otoritas Nanjing juga akan menggelar tes PCR secara massal di kota berpenduduk 9,3 juta jiwa yang pernah menjadi Ibu Kota China itu. Otoritas setempat juga melarang warganya meninggalkan wilayah kota.

Siapapun yang hendak bepergian ke luar kota harus menunjukkan hasil tes negatif PCR dalam 48 jam terakhir, demikian laman berita GICexpat.

Sedikitnya empat kawasan permukiman di Kota Nanjing statusnya ditingkatkan dari risiko ringan menjadi risiko sedang sehingga beberapa transportasi publik dilarang melintasi wilayah itu.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China (MFA) juga mengeluarkan peringatan untuk tidak bepergian ke Nanjing kepada kalangan jurnalis asing.

"Silakan konfirmasi ke kami, apakah di antara Anda ada yang pernah melakukan perjalanan ke Nanjing atau pernah kontak dengan orang yang dari kota itu sejak 6 Juli?," demikian pesan singkat tersebut.

Beberapa pelajar Indonesia di Nanjing juga menginformasikan larangan meninggalkan areal kampus. Bahkan seorang warga negara Indonesia sempat terkecoh saat hendak menunaikan shalat Idul Adha pada Selasa, namun masjid di Nanjing ternyata terkunci.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini