Intip Persiapan Jepang Sambut Perhelatan Akbar Olimpiade Tokyo 2020

Aliefa Khaerunnisa Salsabila, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 406 2444212 intip-persiapan-jepang-sambut-perhelatan-akbar-olimpiade-tokyo-2020-vtuKZRuc9N.JPG Pria bermasker berfoto di depan logo Olimpiade di Kota Tokyo, Jepang (Foto: Reuters/Kim Kyung-Hoon)

DI TENGAH pro-kontra imbas masih mewabahnya pandemi Covid-19, Jepang tetap menggelar pesta olahraga sedunia yakni Olimpiade, yang rencananya akan dibuka pada Jumat, 23 Juli 2021 besok.

Di tengah kekhawatiran politik dan reputasi internasional, uang, dan pastinya pandemi Covid-19, seberapa siapkah Jepang menjadi tuan rumah perhelatan akbar olahraga itu?

Jepang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade musim dingin pada 1972 di wilayah paling utara, Hokkaido, dan pada tahun 1998 di Nagano.

Olimpiade Tokyo 2020 merupakan momentum untuk menegaskan kembali relevansi Jepang sebagai entitas global yang mengekspor tidak hanya mobil dan video game, tetapi banyak kekuatan budaya, dan memperkuat ekonomi yang stagnan sejak 1990-an.

Lantas, apa saja yang sudah dipersiapkan negeri yang pernah menjajah Indonesia itu dalam menyambut Olimpiade 2020? Berikut ulasannya seperti dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

Infrastruktur

Tokyo telah bersolek dalam menyambut Olimpiade dengan membangun Stadion Olimpiade Utama yang baru untuk digunakan dalam upacara pembukaan dan penutupan. Berkapasitas 68.000 orang stadion itu memiliki eksterior yang dihiasi tanaman hijau dan dirancang oleh arsitek terkenal, Kengo Kuma.

Baca juga: Traveling ke Jepang, Mampir Yuk ke 4 Spot Wisata di Osaka

Lokasinya agak aneh, tetapi terletak di antara dua taman, termasuk Taman Nasional Shinjuku Gyoen yang luas dan multi-bagian. Itu juga dalam jangkauan beberapa area perbelanjaan utama Tokyo seperti Shinjuku dan Omotesando kelas atas.

Warga Tokyo

(Foto: USA Today/Yukihito Taguchi)

Berbagai infrastruktur pendukung lainnya juga sudah dipersiapkan. Sebut saja Stadion Nasional Yoyogi yang terlihat seperti atap pagoda, dan "jantung spiritual" seni bela diri, Nippon Budokan yang akan menjadi tuan rumah salah satu acara khusus Jepang Tokyo 2021, karate di dekat Istana Kaisar dan halaman istana. Jepang juga memiliki Ariake Urban Sports Park, yang dijadwalkan untuk venue acara khusus 2021 lainnya, Skateboarding (menurut website Tokyo 2021), dan Aomi Urban Sports Center untuk oleharaga panjat cepat dalam ruangan).

Transportasi bebas macet

Secara historis, Tokyo belum sepenuhnya dapat diakses oleh mereka yang memiliki masalah mobilitas. Jepang mungkin memiliki cakupan transportasi umum nasional yang lengkap dan kereta api serta bus yang tidak pernah lebih jauh dari 10 menit berjalan kaki dari mana saja di pusat Tokyo.

Mungkin perlu waktu 10 menit atau lebih untuk sekadar berjalan kaki dari gerbang stasiun ke gerbang bagian dalamnya, yang di dalam labirin padat transportasi bawah tanah dan penuh dengan komuter yang sibuk dan papan petunjuk yang tak terbaca. Cukup sulit dengan dua kaki yang sepenuhnya dapat berjalan.

Baca juga: 7 Destinasi Wisata Alam yang Menakjubkan di Jepang

Alhasil, Tokyo berusaha mendorong akses bebas hambatan yang lebih baik. Banyak transportasi taksi kini melayani mereka yang menggunakan kursi roda atau penyandang disabilitas. Kemudian Stasiun monolitik seperti Shibuya telah mengalami perombakan desain untuk aliran dan akses lift yang lebih baik.

Olimpiade Tokyo 2020

(Foto: Reuters/Naoki Ogura)

Larangan rokok dan alkohol

Pengunjung ke Jepang sering berkomentar tentang betapa mudahnya mendapatkan alkohol, tembakau, dan pornografi, tanpa memandang usia. Restoran tidak akan pernah memeriksa ID untuk usia, dan di toko kelontong atau minuman keras pelanggan hanya perlu menekan tombol di register yang membuktikan usia seseorang (usia legal untuk minum minimal 20 tahun).

Baru-baru ini, aktivitas merokok dalam ruangan restoran dan bar akhirnya menjadi ilegal. Merokok di luar ruangan juga ilegal kecuali orang-orang berdiri di area merokok berdinding khusus yang pada dasarnya terlihat seperti 'kotak malu'. Sedangkan untuk pornografi diumumkan bahwa toko serba ada akan berhenti menjualnya.

Panduan perjalanan dan multibahasa

Saat ini persiapan telah dilakukan untuk membuat Tokyo lebih akomodatif bagi pelancong. Pusat lampu neon dan karaoke yang ramai turis, seperti Shinjuku, telah hadir dengan papan tanda berbahasa Inggris, untuk menghormati bahasa global.

Para staf telah mulai menerapkan frasa bahasa Inggris yang umum. Di negara seperti Jepang, warga sama sekali gagal dalam hal kemampuan berbahasa asing. Sehingga hal ini merupakan terobosan besar. Setidaknya satu perusahaan kereta api, Odakyu, juga telah menerapkan dukungan multibahasa untuk pelancong yang 'bandel'.

Situs seperti Tokyo 2020 dan Beyond memuat tinjauan mendalam tentang banyak cara kecil lainnya yang telah disiapkan Jepang menyongsong Olimpiade Tokyo 2020. Di antaranya menyiapkan buku panduan sopan santun bagi orang non-Jepang yang berkunjung.

Situs lain seperti Voyapon juga telah mengembangkan panduan perjalanan lengkap yang tersedia di situs Voyapon. Bahkan jika tak satupun langkah-langkah ini dapat digunakan wisatawan mancanegara saat ini, sumber daya tersebut akan tetap tersedia bagi orang-orang di masa depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini