Kemenparekraf Dukung Pengembangan Goa Istana Ular Dongkrak Pariwisata NTT

Antara, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 406 2444678 kemenparekraf-dukung-pengembangan-goa-istana-ular-dongkrak-pariwisata-ntt-QElq9bNrdj.JPG Ular piton di Goa Istana Ular, Manggarai Barat, NTT (Foto: Antara)

DESTINASI wisata Goa Istana Ular di desa Galang merupakan destinasi wisata baru di Manggarai Barat itu diyakini bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang berpotensi menarik banyak wisatawan.

BPOLBF sendiri sebagai perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berharap dukungan pengembangan kawasan wisata baru itu dari kementerian lainnya, dengan harapan agar intervensinya lebih banyak.

Saat ini yang paling dibutuhkan adalah akses jalan yang bagus dalam mendukung potensi wisata di daerah itu. Oleh karena itu BPOLBF sendiri tengah mendorong Dinas PUPR dari Provinsi dan Daerah untuk hal itu.

Dalam pengembangan kawasan wisata Goa Istana Ular itu BPOLBF lakukan pendekatan dari tiga bidang sesuai direktorat. Untuk pengembangan destinasi sendiri BPOLBF fokus pada atraksi, amnesti dan aksesibilitas (3A), serta industri dan kelembagaan.

Baca juga: Menyambangi Goa Istana Ular, Destinasi Wisata Unik NTT Bikin Ngeri

"Jadi bagaimana agar destinasi tersebut punya fasilitas dasar yang layak, narasi produk yang kuat serta guide yang tertata. Kalau untuk Industri dan kelembagaan kita fokus pada tata kelola lembaganya sehingga bisa aktif pokdarwis bumdesnya, kemudian juga untuk pemasaran fokus pada digital, pengenalan produk wisata ke pelaku usaha parekraf," ujar Shana.

Wisata Goa Istana Ular itu merupakan wisata minat khusus, yang menawarkan experience khusus dan berbeda, karena untuk di wilayah Manggarai Barat saja merupakan satu-satunya dan berpotensi menarik perhatian wisata.

Kawasan wisata itu juga sangat potensial karena secara daya tarik, spesiesnya menarik dan keterkaitan keberadaan kelompok ular tersebut dan masyarakat sangat erat sehingga menjadi kekuatan tersendiri.

Tetapi tentunya, menurut Shana, perlu diperhatikan segi keamanan, khususnya briefing wisatawan terkait apa yang harus diperhatikan dari sisi kesiapan kesehatan seperti masuk ke ruang sempit, maka harus ada persiapan bagi yang punya masalah pernafasan, asma dan lainnya.

Kemudian juga kemudian perlengkapan dasar seperti senter dan sepatu boots harus dipersiapkan karena masuk air dengan ketinggian sampai ke paha.

Di samping itu perlu ada kuota yang tergantung dari jumlah dan kapasitas guide yang ada. Sehingga tidak bisa sembarang orang masuk ke dalam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini