Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Disiplin Prokes dan Setop Sebarkan Hoaks

Antara, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 406 2444690 sandiaga-uno-ajak-masyarakat-disiplin-prokes-dan-setop-sebarkan-hoaks-yFXNwX9yki.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak masyarakat menjadi pahlawan di masa pandemi dengan cara disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan tidak menyebarkan berita hoaks, misinformasi, ataupun disinformasi tentang Covid-19.

Saat bedah buku karya Kamrussamad berjudul 'Pahlawan-Pahlawan Le Parle CovidNomics' yang digelar secara virtual pada Kamis kemarin, Menparekraf berpendapat bahwa setiap orang bisa menjadi pahlawan untuk mengatasi pandemi ini.

"Untuk itu, perlu cara bijak dan efektif menghargai jerih payah para pahlawan pandemi Covid-19. Serta, selalu mengusung narasi dan konten-konten yang positif serta berita baik untuk percepatan penanggulangan penyebaran virus penyebab Covid-19, misalnya menangkal hoaks, miss-informasi maupun disinformasi tentang Covid-19,” ujar Sandiaga.

Ia menambahkan, pandemi merupakan tantangan besar yang dialami dunia pada berbagai sektor. Tidak hanya kesehatan, tapi juga ekonomi, sosial serta pariwisata dan sektor kreatif.

Baca juga: Maknai Momen Idul Adha, Sandiaga Uno: Bangkit saat Sulit & Menang Lawan Covid-19

Krisis kali ini lanjutnya, bersumber dari kesehatan sehingga menimbulkan permasalahan beragam, berbeda dibandingkan krisis keuangan Asia pada 1998 dan krisis keuangan global pada 2008 yang berawal dari sektor ekonomi dan keuangan.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu menjelaskan, pemerintah berupaya maksimal menekan laju penyebaran Covid-19 sebagai prioritas utama, kemudian menjalankan kebijakan-kebijakan berbasis data untuk menanggulangi dampak di sektor Parekraf yang menjadi mata pencaharian bagi 34 juta masyarakat Indonesia.

Sebagaimana tertulis dalam bagian kedua dan ketiga buku 'Pahlawan-Pahlawan Le Parle CovidNomics', diterangkan juga kebijakan pemerintah untuk merespons pandemi ini.

"Hal ini telah disampaikan juga pada bagian keempat, kelima, dan keenam dalam buku ini, yaitu beberapa sektor yang berjaya di masa pandemi seperti e-commerce, jasa kurir, makan-minum dan alat kesehatan, munculnya gerakan sosial di masyarakat yang saling tolong menolong,” tuturnya.

Sementara, Anggota Komisi XI DPR RI yang juga penulis buku 'Pahlawan-Pahlawan Le Parle CovidNomics', Kamrussamad menjelaskan, yang dimaksud 'pahlawan' dalam buku itu kalangan pekerja atau pebisnis yang berjuang menghidupkan keluarga atau pegawainya di tengah pandemi.

"Itulah yang kami sebut 'pahlawan-pahlawan' karena mereka tetap berusaha. Kami memotret berbagai komunitas yang terdampak pandemi ini, orang-orang inilah yang tetap bisa bertahan dalam kondisi seperti ini, ada juga dosen-dosen yang saat ini bekerja mengajar dari rumah tetap bisa melayani mahasiswanya dalam menyusun tesis dan menyelesaikan tugas secara virtual, itulah makna di dalam buku ini yang kami sebut sebagai pahlawan-pahlawan ini,” terang dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini