Okupansi Hotel di Mataram Anjlok Drastis Selama PPKM

Antara, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 406 2445041 okupansi-hotel-di-mataram-anjlok-drastis-selama-ppkm-dD9cFpAWoY.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TINGKAT hunian hotel di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan mengalami penurunan dari 25-30 persen menjadi sekitar 5-10 persen selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Laporan yang kami terima, kondisi hotel selama PPKM sangat memprihatinkan bahkan bisa dikatakan okupansinya anjlok sebab tingkat hunian hanya 5-10 persen," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, Jumat, 27 Juli 2021.

Kondisi tersebut terjadi baik untuk hotel bintang maupun hotel melati. Berdasarkan hasil yang diperoleh di lapangan, dari puluhan kamar di hotel bintang yang terisi maksimal 12 kamar, sedangkan hotel melati terisi hanya 3-4 kamar.

"Padahal sebelumnya, kami berharap pada Juli ini, okupansi hotel bisa mencapai 50 persen. Tapi ternyata kebijakan PPKM mengubah harapan kami," keluhnya.

Baca juga: Puluhan Hotel dan Restoran di Garut Kibarkan Bendera Putih, Ada Apa?

Menurutnya, tamu yang menginap saat ini rata-rata masih didominasi tamu domestik dan sifatnya pribadi sehingga tidak ada kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

Dalam operasionalnya, Denny memastikan semua hotel taat dengan protokol kesehatan (prokes) sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Sebelum menerima tamu, pemilik hotel memastikan tamu memiliki surat keterangan negatif PCR untuk tamu luar daerah dan kartu vaksinasi minimal dosis pertama," katanya

Ia berharap kebijakan relaksasi operasional restoran yang diberikan saat ini bisa memberikan dampak positif bagi para pengusaha hotel dan restoran.

"Sekarang setidaknya restoran bisa buka dan melayani makan di tempat sampai pukul 21.00 Wita. Kalau sebelumnya, sama sekali tidak dibolehkan dan hanya melayani untuk dibawa pulang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini