Museum di Jakarta Optimalkan Wisata Virtual Selama PPKM, Pelajar & Mahasiswa Antusias

Antara, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 406 2445077 museum-di-jakarta-optimalkan-wisata-virtual-selama-ppkm-pelajar-mahasiswa-antusias-dBiGB5uPax.JPG Museum Gedung Joang 45 (Foto: Instagram/@museumkesejarahan)

KEPALA Satuan Pelaksana Museum Sejarah Jakarta, Andri Laksana menyebut, pihaknya akan mengoptimalkan wisata museum melalui virtual selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Selama PPKM, Andri menyatakan tidak menerima wisatawan secara langsung datang ke museum karena pembatasan mobilitas.

"Kita adakan kegiatan virtual, kebetulan museum sejarah ini kan membawahi tiga museum, yakni Museum Prasasti, Museum Joeang dan Museum Thamrin," kata Andri.

Ia mengungkapkan, masyarakat ternyata antusias dengan konsep wisata virtual yang ditawarkan pengelola museum.

Pasalnya, hampir setiap hari wisatawan yang didominasi pelajar dan mahasiswa melakukan kunjungan ke museum via virtual untuk belajar sejarah.

Baca juga: Liburan di Jakarta, Kunjungi 5 Museum Ini untuk Memperluas Wawasan

"Orang yang selama ini belum pernah datang ke museum MH Thamrin tapi dengan adanya museum jadi dia paham," ujar Andri.

Infografis Musem di Jakarta

Bahkan hingga sekarang pun, masih ada beberapa pihak yang berkirim surat kepada pengelola museum untuk melakukan wisata virtual. "Kalau mau wisata virtual tinggal bersurat kepada kita," jelasnya.

Meski tidak menerima kunjungan wisatawan, Andri mengaku pengelolaan tempat wisata tetap berjalan maksimal.

Setiap harinya, petugas dikerahkan untuk membersihkan bagian museum, seperti ruangan, benda koleksi, dan lain-lain.

Selain itu, petugas administrasi yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) juga tetap masuk namun hanya ketentuan 25 persen dari jumlah pegawai.

Andri pun mengaku sudah mempersiapkan regulasi, jika museum kembali dibuka menerima kunjungan wisatawan saat jika memang PPKM berakhir pada 25 Juli 2021 mendatang.

Salah satu regulasi yang disiapkan, yakni berkaitan dengan pengawasan protokol kesehatan untuk karyawan dan pengunjung.

Beberapa yang sudah dirancang, sambung Andri, terkait jumlah pengunjung dalam satu ruangan, cara memecahkan kerumunan dan penggunaan masker.

"Bagaimana memecahkan kerumunan tersebut baik dari mulai masuk museumnya, atau di dalamnya, kita akan atur strategi itu," terangnya.

Ia pun enggan menjelaskan lebih rinci terkait regulasi tersebut karena masih dalam pembahasan internal.

Andri hanya berharap situasi pandemi Covid-19 berangsur kondusif sehingga museum sejarah di Jakarta bisa beroperasi melayani masyarakat seperti sedia kala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini