COVID-19 Menggila, Selandia Baru-Australia Hentikan Travel Bubble

Aliefa Khaerunnisa Salsabila, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 19:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 406 2445431 covid-19-menggila-selandia-baru-australia-hentikan-travel-bubble-YziMm8d7dE.jpg Sydney, Australia (Foto courtesy of Regent Seven Seas Cruises)

PEMERINTAH Selandia Baru atau New Zealand menghentikan semua perjalanan bebas karantina atau travel bubble dari Australia selama delapan minggu, untuk memerangi lonjakan infeksi COVID-19.

Selandia Baru sebelumnya telah menutup koridor perjalanan dengan tiga negara bagian Australia yakni New South Wales, Victoria, dan Australia Selatan. Namun tindakan itu sekarang diperluas ke seluruh negara dan akan mulai berlaku pada Jumat 23 Juli 2021 tengah malam.

Baca juga: Kalahkan Selandia Baru, Singapura Jadi Tempat Terbaik Ditinggali Selama Pandemi Corona

"Kami selalu mengatakan bahwa respons kami akan berkembang seiring virus berkembang. Ini bukan keputusan yang kami ambil dengan mudah, tetapi ini adalah keputusan yang tepat untuk menjaga keamanan warga Selandia Baru," begitu pernyataan resmi pemerintah Selandia Baru seperti dilansir dari Euronews, Sabtu (24/7/2021).

Penangguhan itu, tambahnya, akan memberi Australia "waktu untuk mengelola wabah saat ini" dan memungkinkan Selandia Baru untuk memantau situasi dan menilai perkembangan perjalanan di negara lain.

Baca juga: COVID-19 Menggila, Festival Vivid Sydney Ditunda hingga September 2021

"Pemerintah tetap berkomitmen untuk melanjutkan perjalanan bebas karantina dengan Australia," katanya juga.

Setengah dari 26 juta penduduk Australia saat ini di lockdown. Sydney telah lockdown selama sebulan. Varian Delta telah menyebar dari Sydney ke Victoria dan Australia Selatan.

Sementara itu, negara bagian New South Wales mencatat 136 infeksi baru pada hari Jumat, jumlah ini merupakan jumlah tertinggi sejak wabah dimulai pada pertengahan Juni.

Perdana Menteri Negara Bagian Gladys Berejiklian meminta pemerintah federal untuk memberikan lebih banyak vaksinasi untuk pinggiran kota yang terkena dampak terburuk di barat dan selatan Sydney.

 Ilustrasi

Hanya 15% orang dewasa Australia yang divaksinasi lengkap. Meskipun ada banyak persediaan AstraZeneca yang diproduksi secara lokal, banyak yang khawatir tentang sedikit risiko pembekuan darah yang terkait dengan vaksin itu dan alih-alih meminta Pfizer, satu-satunya alternatif yang terdaftar di Australia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini