Kunjungi Menara Eiffel dan Museum di Prancis, Turis Wajib Punya Paspor COVID-19

Aliefa Khaerunnisa Salsabila, Jurnalis · Minggu 25 Juli 2021 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 406 2445448 kunjungi-menara-eiffel-dan-museum-di-prancis-turis-wajib-punya-paspor-covid-19-G1HOKOk0sv.jpg Menara Eiffel di Paris, Prancis (Wikimedia)

PRANCIS mewajibkan wisatawan memiliki paspor COVID-19 khusus untuk berkunjung ke Menara Eiffel di Paris dan objek wisata lain seperti museum serta bioskop. Persyaratan ini mulai berlaku pada Rabu 21 Juli 2021.

Kebijakan ini dibuat sebagai langkah pertama dalam kampanye baru melawan apa yang disebut pemerintah sebagai peningkatan "stratosfer" dalam infeksi varian delta.

Baca juga:  Menara Eiffel Paris Kembali Dibuka, Pengunjung Rela Antre untuk Masuk

Sejak peraturan ini berlaku, petugas di Menara Eiffel mengharuskan pengunjung memindai kode QR pada kartu kesehatan digital dan memeriksa kartu vaksin.

Apa itu paspor COVID-19?

Melansir dari Hindustan Times, untuk mendapatkan paspor khusus COVID-19, pengunjung harus menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap, sudah lulus tes negatif atau pulih dari COVID-19.

 

Presiden Prancis Emmanuel Macron ingin memperluas persyaratan izin COVID-19 ke semua restoran Prancis dan banyak bidang kehidupan publik lainnya, serta mengharuskan semua petugas kesehatan mendapatkan suntikan vaksin.

Reaksi Masyarakat

Persyaratan Prancis untuk izin khusus COVID-19 telah memicu reaksi beragam dari berbagai lapisan masyarakat. Orang-orang yang menentang vaksin dan diminta untuk menunjukkan kartu yang menunjukkan status kekebalan mereka semakin vokal.

 Baca juga: Musee d'Orsay Kembali Dibuka, Pengunjung Dibatasi 5.000 Orang Per Hari

Sekelompok pengunjuk rasa yang menghadiri demonstrasi anti-paspor di kota Chambéry, Alpine, memisahkan diri dan memasuki balai kota, memindahkan potret Presiden Prancis Emmanuel Macron dari dinding dan membawanya pergi.

Reaksi pemerintah

Pemerintah Prancis ingin mempercepat RUU persyaratan izin yang diperluas melalui Parlemen sesegera mungkin meskipun ada penolakan di beberapa pihak.

Lebih dari 100.000 orang telah memprotes tindakan di sekitar Prancis selama akhir pekan, dan perdana menteri Jean Castex mengatakan pada hari Rabu bahwa pemerintah akan meminta persetujuan dari pengadilan konstitusional, yang juga akan memakan waktu.

 Ilustrasi

Solusinya adalah "vaksinasi, vaksinasi, vaksinasi," kata Castex pada hari Rabu melalui televisi TF1, mendesak rekan-rekannya untuk mendaftar suntikan vaksin untuk menghindari penguncian baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini