Kunjungi Museum Ini, Wisatawan Diajak Daur Ulang Sampah

Agregasi VOA, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 408 2445393 kunjungi-museum-ini-wisatawan-diajak-daur-ulang-sampah-cv1IfVpxI5.jpg Ilustrasi sampah (Pexels)

Pameran ini dibuka dengan menampilkan imitasi ruang pembakar yang mengingatkan tentang laba yang hilang. Dengan membakar sampah, orang-orang melemparkan sumber daya itu ke cerobong sementara mereka dapat menghasilkan uang dengan menghasilkan produk dari materi yang daur ulang.

Ruang-ruang berikutnya memperlihatkan pemilahan sampah dari sebuah pabrik dan memberitahu pengunjung produk-produk yang dapat dibuat dari sampah yang didaur ulang. Misalnya, mebel yang dibuat dengan pencetak 3D, kertas, barang-barang rumah tangga dan sebagainya.

Seorang pengunjung, Sergei Bochin mengatakan, “Saya merasa ini sangat baik, positif. Menurut pendapat saya, harus ada lebih banyak lagi museum seperti ini yang dibuka dan ini bahkan dapat dibuat di tingkat pemerintah, bukan hanya oleh sektor swasta atau investor swasta.”

Selain aula yang memamerkan teknologi pengelolaan sampah, juga ada pameran mengenai sejarah. Misalnya, gua sampah yang ditinggalkan seorang lelaki primitif.

Ilustrasi

Di Uni Soviet, orang sadar bersikap mengenai sampah. Poster-poster Soviet menyerukan warga agar mengumpulkan dan menyerahkan sampah kertas untuk didaur ulang, mendesak mereka untuk ke toko dengan tas ransel dan bukannya tas plastik sekali pakai. Warga juga diminta untuk menyerahkan stoples dan botol beling untuk didaur ulang.

Svetlana Krasova, pengunjung museum itu, mengemukakan, "Pada awalnya, ketika kita serasa berada di era Uni Soviet, ini seperti mengingatkan pada masa kanak-kanak. Dan kita menyadari betapa pada masa lalu kita sangat peduli pada planet kita.”

“Tetapi sekarang, sayangnya, semua ini terlupakan dan ketika kita datang ke museum di mana TPA berada, ini terasa semakin menyedihkan. Dan tentu saja, kita mulai bertanya-tanya kontribusi apa yang dapat kita berikan untuk lingkungan,” katanya.

Museum tiga lantai ini sebenarnya adalah dua lusin peti kemas yang dapat dibongkar dan dipindahkan ke lokasi lain. Untuk sementara ini, museum tersebut berlokasi di Kudrovo di dekat St. Petersburg dan dibuka setiap hari.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini