PPKM Diperpanjang, Pengrajin Jumputan Palembang: Kadang Gak Terjual Sama Sekali

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 406 2446767 ppkm-diperpanjang-pengrajin-jumputan-palembang-kadang-gak-terjual-sama-sekali-o3OOusfXTU.JPG Kain jumputan khas Palembang (Foto: Instagram/@jejakaisyah)

KEBIJAKAN PPKM level 4 berdasarkan wilayah diperpanjang hingga 2 Agustus 2021, lantaran kasus lonjakan Covid-19 di kawasan tersebut masih meningkat. Begitu juga dengan tempat wisata atau pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di sekitarnya.

Salah satu yang terkena dampak yang cukup besar adalah para pengrajin kain jumputan di Palembang, Sumatera Selatan. Selama pandemi, mereka harus survive agar kainnya tetap terjual.

"Dampak dari pandemi (khususnya PPKM) yang pasti sangat turun drastis penjualan. Kadang-kadang per hari itu enggak sama sekali terjual," kata Founder Jejak Aisyah, Angel Eva Christine saat dihubungi MNC Portal, Selasa (27/7/2021).

Pengusaha fesyen tradisional ini mengatakan, agar kain jumputan yang dikerjakan oleh para pengrajin tetap terjual maka dilakukan promosi untuk semua produknya, yakni buy one get one (beli satu gratis satu).

Baca juga: Dawet Ayu Minuman Terpopuler dan Terfavorit Anugerah Pesona Indonesia

Selain itu kain jumputan yang ditenun tak hanya dijual dalam helaian saja. Tapi juga dijadikan pakaian seperti tunik, blazer, masker hingga mukena yang terbuat dari kain jumputan asli Palembang.

Menurut Angel, pandemi saat ini lebih berat dibanding tahun lalu. Sehingga para pengrajin kain jumputan harus ekstra lebih semangat, dan jangan sampai terpuruk dalam keadaan.

Jumputan Palembang sendiri adalah kain khas Nusantara, di mana kelestariannya harus dijaga keaslian dan kelestariannya. Maka saat pandemi para pengrajin tetap berusaha, agar kain-kain hasil tenunannya tetap terjual.

"Intinya kita jangan menyerah sama keadaan. Apa yang bisa kita buat ya kita buat aja, enggak usah lihat orang lain meski jalannya tertatih. Jangan terpuruk dengan keadaan," pungkasnya.

(put)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini