Jadi Tren Baru Selama Pandemi, Ini Rekomendasi Wisata Alam Bikin Otak Lebih Fresh

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 406 2446774 jadi-tren-baru-selama-pandemi-ini-rekomendasi-wisata-alam-bikin-otak-lebih-fresh-8PjI3HER9i.JPG Seorang pengunjung wanita menyambangi wisata air terjun Kanto Lampo di Gianyar, Bali (Foto: Instagram/@eka_tari)

PANDEMI Covid-19 mengubah kebiasaan sebagian besar masyarakat, yaitu menjadi lebih sehat dan memilih tempat-tempat bernuansa alam khususnya saat liburan. Wilayah yang dipilihnya pun hanya di dalam negeri atau wisata domestik.

Sebelumnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memprediksikan, tren wisata domestik dan wisata alam akan populer pada 2021.

Ini dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid-19. Pemerintah pun siap fokus membenahi destinasi wisata domestik dan alam.

"Tren wisata di masa Covid-19 yang dapat dikatakan masih berlangsung pada 2021, yang pertama adalah masyarakat masih memilih tujuan wisata alam dan domestik. Kemudian juga kita lihat wisata alam menjadi populer," kata Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf, Wawan Rusiawan dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Syarat Perjalanan di Wilayah PPKM Level 1-4

Salah satu wisata alam yang direkomendasikan adalah mengunjungi destinasi wisata air terjun tebing, perbukitan, hingga bagi yang hobi hiking bisa naik ke sejumlah gunung yang ada di Indonesia.

Lebih lanjut, dari sekian banyak gunung di Indonesia yang menarik tiga di antaranya paling favorit adalah Gunung Rinjani - Lombok Nusa Tenggara Barat, Gunung Semeru - Jawa Tengah dan Gunung Gede Pangrango - Jawa Barat.

Sementara itu untuk curug atau air terjun yang direkomendasikan berdasarkan survei dari para netizen, yaitu Curug Cimarinjung - Sukabumi, Jawa Barat, Curug Malela - Bandung Barat, Curug Bidadari - Sentul, Bogor.

Lantas apa saja yang perlu dipersiapkan?

Alisar dari Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri mengatakan, sebelum berlibur ke alam bebas, seperti naik gunung, Anda harus mengantisipasi dua jenis bahaya.

Ia menambahkan, kegiatan mendaki gunung, mengarungi sungai, atau di alam bebas lainnya harus menyadari ada keindahan dan kekompakkan dalam perjalanan di alam bebas seperti itu.

"Tapi kita harus sadar juga kalau ada faktor bahaya, pertama bahaya objektif yang berasal dari alam sekitar tujuan kita bermain, yang kedua bahaya subjektif yang berasal dari orangnya," kata Alisar kepada MNC Portal.

Ia juga mengingatkan, bahwa sebelum berangkat ke destinasi alam yang dituju harus mengetahui keadaan atau situasi di tempat yang akan dikunjungi.

"Kalau mau naik gunung, misalnya, kan nggak bisa ujuk-ujuk ke gunung tanpa persiapan. Sebelum berangkat harus tahu dulu apakah di sana dingin atau panas kah. Kalau dingin bawa jaket tebal. Lalu ada air nggak, kalau nggak ada bagaimana. Jadi harus cari info dulu sebanyak-banyaknya," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini