Sektor Pariwisata Harus Adaptif dan Fleksibel di Masa Pandemi

Antara, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 406 2447637 sektor-pariwisata-harus-adaptif-dan-fleksibel-di-masa-pandemi-SFRLowIbMz.JPG Pengunjung mengantre untuk menaiki mobil wisata keliling Monas (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

WAKIL Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi meminta pengusaha pariwisata untuk bersikap adaptif dan fleksibel agar bisnisnya bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.

"Berpikir positif di masa sulit tak selalu mudah, namun adaptasi dan fleksibilitas adalah kunci yang harus dipegang siapapun yang berkecimpung dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar Irwandi dalam webinar bertajuk 'Bertahan di Saat Pandemi'.

Menurut dia, saat ini seluruh negara di dunia sedang menghadapi tantangan yang sama, yakni pandemi Covid-19. Pandemi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tapi juga berdampak pada perekonomian negara.

Jakarta lanjutnya, ialah salah satu kota yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satu sektor yang terdampak adalah pariwisata dan langsung terbentur dan terkena efek ekonominya.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Syarat Perjalanan di Wilayah PPKM Level 1-4

"Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terhambat pandemi tapi bukan berarti kita terus berdiam diri, terus merenung, kita harus optimis dan semangat, justru selama pandemi kita harus strategis, berpikir positif dengan cara menemukan peluang untuk kembali membangkitkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif," tuturnya.

Irwandi menambahkan, perubahan adalah hal yang akan terus terjadi di dunia. Dirinya berharap webinar yang digelar oleh Sudin Parekraf Pemkot Jakarta Pusat (Jakpus) bisa membantu para pelaku usaha mencari solusi inovatif untuk menyelamatkan bisnisnya dari efek ekonomi yang dipicu pandemi Covid-19.

Salah satu solusi yang ditawarkannya ialah fokus menjalankan bisnis melalui media daring untuk menembus penghalang mobilitas yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

"Saya melihat semua sudah jualan online, banyak saya lihat anak-anak muda kalau beli baju sekarang sudah jarang ke toko, semua merek sudah ada di online, jadi mal itu sekarang hanya menjadi showroom," ujarnya.

Namun bagi yang belum siap berbisnis daring, Pemkot Jakarta Pusat juga sudah mengeluarkan beberapa aturan untuk memfasilitasi para pengusaha tersebut.

"Kita sudah lakukan koordinasi dengan Satpol PP dan dunia usaha, percayalah Pemprov DKI jakarta tidak akan mempersulit dunia usaha dan warganya," katanya.

Satpol PP hanya menjalankan tugas. "Mohon maaf apabila ada teman-teman di lapangan yang belum memahami aturannya," singkat Irwandi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini