Mumi Berusia 7.000 Tahun Masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO

Firziana Zahra, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 406 2447665 mumi-berusia-7-000-tahun-masuk-dalam-daftar-warisan-dunia-unesco-l3nbS0IcOE.JPG Mumi berusia 7.000 tahun di Cile masuk daftar warisan dunia UNESCO (Foto: Reuters)

ORANG Chinchorro memumikan mayat mereka di Cile 2.000 tahun sebelum orang Mesir. Mumi Chinchorro, mumi tertua di dunia yang sengaja diawetkan oleh manusia, telah ditambahkan ke dalam daftar warisan dunia UNESCO.

Mumi, yang ditemukan di Chili utara pada awal abad ke-20, berusia lebih dari 7.000 tahun, yang berarti mereka lebih tua dari mumi Mesir dua milenium.

Organisasi budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan di Twitter bahwa mereka telah menambahkan 'permukiman dan mumifikasi buatan dari budaya Chinchorro' ke daftar bergengsinya selama pertemuan virtual yang dipimpin oleh China.

"UNESCO memvalidasi di tingkat internasional, melalui para ahli yang berbeda, bahwa pemukiman dan mumifikasi buatan dari budaya Chinchorro memiliki nilai luar biasa, bahwa ia memiliki kepentingan global," ucap antropolog Cile, Bernardo Arriaza.

Baca juga: Pengikut Sekte 'Love Has Won' di Amerika Simpan Mumi Jasad Pemimpin

Chinchorro adalah nelayan dan pemburu-pengumpul lebih dari 7.000 tahun yang lalu di daerah di mana gurun dan Samudra Pasifik bertemu di tempat yang sekarang di selatan Peru dan utara Chili.

Sejauh ini, lebih dari 300 mumi telah ditemukan, termasuk mumi merah, hitam, dan dibalut.

Proses mumifikasi terdiri dari pengangkatan organ, usus, dan jaringan. Kulit kemudian dilucuti dari mayat dan tubuh dibangun kembali menggunakan tongkat dan bulu binatang, sementara kepala tebal rambut hitam dijahit ke kulit kepala. Akhirnya, mumi dicat merah atau hitam menggunakan tanah, pigmen, mangan, dan oksida besi.

"Tubuh ini dibuat dengan sangat halus oleh para spesialis. Ada kehalusan, kreativitas dari populasi pertama ini," tambah Arriaza, yang juga Direktur Chinchorro Center di Universitas Tarapaca di Kota Arica.

Budaya Chichorro yang memumikan mayat mereka hingga kini masih menyisakan misteri. Pada tahun 2005, Arriaza mengembangkan teori bahwa hal itu dapat dikaitkan dengan tingkat keracunan arsenik yang tinggi di dalam air yang dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, anak-anak dengan berat badan kurang, dan kematian bayi yang tinggi.

"Mumifikasi adalah respons emosional dari orangtua yang menghadapi kehilangan yang menyakitkan ini, jadi mereka melukisnya, mendandaninya dan setiap hari teknik ini menjadi lebih rumit," kata Arriaza menyitir laman Daily Sabah.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini