Uniknya Kampung Keputihan Cirebon, Rumah Warga Tanpa Tembok dan Ada Sumur Suci

Ahmad Haidir, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 408 2447796 uniknya-kampung-keputihan-cirebon-rumah-warga-tanpa-tembok-dan-ada-sumur-suci-QM9B6qJ52Q.jpg Kampung Keputihan di Weru, Cirebon (KC Online)

KAMPUNG Keputihan di Sumber, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat bertahan dengan adat dan nilai-nilai tradisional di tengah gempuran budaya modern. Kampung adat ini sangat unik dan berbalut mitos.

Rumah-rumah di Kampung Keputihan sama sekali tidak ada dinding berbentuk tembok seperti rumah pada umumnya. Ada juga sebuah sumur yang dianggap suci oleh warga setempat.

Kampung Keputihan adalah pemukiman tradisional di kawasan padat penduduk di Kecamatan Weru yang juga merupakan sentra industri rotan. Kampung Keputihan hanya dihuni sekitar 100 jiwa dan terdapat sekitar 15 rumah yang berdiri di situ.

Baca juga: Kawasan Pelabuhan Cirebon Segera Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Kampung Keputihan memiliki suasana yang asri dan berada di wilayah yang dikelilingi oleh pepohonan dan ruang terbuka hijau lainnya layaknya pedesaan di zaman dahulu. Ditambah lagi dengan atap rumah yang beberapa di antaranya terbuat dari bahan daun tebu.

Mitos dan Asal-Usul Rumah tanpa Tembok

Saat mengunjungi Kampung Keputihan, anda akan langsung disambut dengan pemandangan asri dari suasana hijau di kampung serta pemandangan unik di setiap rumahnya.

Mayoritas rumah yang ada di Kampung Keputihan tampak seperti rumah gubuk yang dinding nya bukan merupakan tembok selayaknya rumah pada umumnya.

Usut punya usut, hal ini dikarenakan mitos serta kepercayaan dari masyarakat sekitar yang meyakini bahwa ketika membangun rumah dengan tembok, maka penghuni nya akan sering sakit-sakitan bahkan hingga dapat meninggal dunia!

Menurut penuturan warga setempat, hal ini diawali dengan kisah bahwa konon sempat terdapat orang yang sakit karena membangun rumah dengan dinding tembok.

Baca juga: Deretan Kuliner Khas Cirebon yang Populer, Harus Dicoba!

Lalu saat ia membongkar dinding rumah tersebut dan menggantinya dengan anyaman bambu, ia langsung sembuh dari sakitnya! Hal inilah yang kemudian dipercayai oleh warga setempat secara turun-temurun dan dipertahankan hingga saat ini.

Sebagai informasi, seiring dengan perkembangan zaman dan terkait kebutuhan renovasi rumah, saat ini warga setempat mengganti dinding anyaman bambu tersebut dengan menggunakan bahan yang lebih modern seperti GRC.

Namun tidak ada satupun rumah yang dinding rumahnya berupa tembok dengan bahan batu bata.

Sumur Keputihan yang Suci

Kepercayaan dan tradisi masyarakat Kampung Keputihan bukan hanya soal rumah saja, namun di kampung tersebut terdapat satu sumur yang dianggap suci oleh warga. Sumur tersebut diberi nama sesuai nama kampung tersebut yaitu Sumur Keputihan.

Alkisah sumur tersebut dulunya merupakan sumur biasa yang menjadi sumber air bagi masyarakat. Namun suatu waktu terdapat seorang warga yang anaknya mengalami sakit. Warga tersebut kemudian bermimpi bahwa ketika ia dan sang anak mandi di sumur tersebut maka sembuhlah penyakitnya.

Ilustrasi

Seakan merupakan sebuah petunjuk, orang tersebut mengikuti mimpi nya dan benar saja, sang anak langsung sembuh dari sakitnya.

Cerita itu kemudian beredar dari mulut ke mulut hingga akhirnya sumur tersebut dianggap sebagai sumur suci yang banyak dikunjungi oleh orang yang bahkan berasal dari luar wilayah Kabupaten Cirebon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini