Sandiaga Uno: Harapan dan Optimisme Kunci Bangkit dari Pandemi

Antara, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 406 2448247 sandiaga-uno-harapan-dan-optimisme-kunci-bangkit-dari-pandemi-zHb0ygDBkC.jpg Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraaf), Sandiaga Salahuddin Uno mengajak pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) menumbuhkan rasa optimisme agar dapat bangkit di tengah tantangan yang sulit akibat pandemi.

Pemerintah, kata Sandi, akan semaksimal mungkin melakukan berbagai upaya untuk membantu baik dari sisi ekonomi juga kesehatan. Ia mengutip pernyataan Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama bahwa harapan menjadi kunci untuk bisa bangkit bersama melawan pandemi.

"Harapan dan optimisme merupakan vitamin yang selalu mampu membuat kita bangkit dan mencari solusi bersama. Kemenparekraf tentu akan maksimal dalam menghadirkan upaya-upaya yang dibutuhkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandi saat audiensi virtual dengan Pemerintah Kota dan PHRI Kota Bandung, dalam siaran pers yang diterima, Jumat (30/7/2021).

Sebelumnya, para pelaku usaha kafe dan restoran di Kota Bandung yang tergabung dalam Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) berencana mengibarkan bendera putih sebagai tanda keprihatinan atas pandemi Covid-19 yang memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan usaha mereka.

Sandi mengatakan, pandemi Covid-19 memberi tantangan yang luar biasa besar bagi seluruh sendi kehidupan di mana sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu yang paling terdampak. Salah satu kunci yang harus dapat dijalankan bersama antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan adalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi.

Baca juga: Sandiaga Akan Berikan Paket Wisata ASEAN ke Nakes Pejuang Covid-19

Sandiaga Uno

(Foto: Instagram/@sandiuno)

"Saya siap 24 jam untuk berkolaborasi, berkoordinasi, dengan berbagai pihak karena penanganan atas dampak dari pandemi Covid-19 terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif butuh penanganan lintas sektor. Baik dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, apapun yang dibutuhkan saya akan pastikan teman-teman bisa mendapatkan bantuan," paparnya.

Menurutnya, vaksinasi sangat penting sebagai salah satu pilar dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 melalui kekebalan komunal. Kemenparekraf dalam beberapa waktu belakangan menjadikan vaksinasi sebagai salah satu program utama.

Kemenparekraf sebelumnya telah menjadikan 6 Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata serta 3 Badan Otorita yang ada di bawah naungan Kemenparekraf menjadi sentra vaksinasi Covid-19. Di Jawa Barat, berkolaborasi dengan industri dan sejumlah pihak, Kemenparekraf juga menghadirkan program serupa, termasuk menjadikan destinasi wisata sebagai lokasi sentra vaksinasi.

"Mengenai bantuan pemerintah untuk usaha pariwisata, tahun lalu dijalankan dalam konsep dana hibah namun tahun ini kita diarahkan untuk memberikan bantuan ke usaha-usaha agar tidak mem-PHK karyawan. Ini sudah didata, dan data-datanya sudah didapat dari Kadis (Provinsi serta Kabupaten/Kota di Jawa Barat). Mudah-mudahan kita bisa percepat untuk mulai disalurkan dengan koordinasi bapak dan ibu kadis di kabupaten/kota," terang Sandi.

Ia mengatakan, bantuan-bantuan juga disiapkan kementerian/lembaga lain serta pemerintah daerah. Kemenparekraf juga akan bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk menyiapkan akomodasi bagi tenaga kesehatan. Sehingga diharapkan dapat membantu memaksimalkan peran tenaga kesehatan dalam menghadapi pandemi di garis terdepan, dan di sisi lain membantu tingkat keterisian kamar hotel.

"Seandainya sudah all clear, kita tunggu pengajuan dari masing-masing rumah sakit yang sudah kerja sama dengan hotel dan kita akan berikan pendanaan. Pagunya cukup luas dan mudah-mudahan bisa membantu keterisian hotel dan restoran," ucapnya.

Pada kesempatan itu Sandi juga mengajak pelaku usaha dalam hal ini Kadin untuk dapat bersama pemerintah meluaskan jangkauan sertifikasi CHSE. Dengan begitu tingkat kesiapan pelaku usaha parekraf dalam operasionalnya di era adaptasi kebiasaan baru semakin besar.

5 Destinasi Super Prioritas

"Sertifikasi CHSE ini harus betul-betul jadi gold standard. Kalau ada vaksin gotong royong, kenapa tidak ada CHSE gotong-royong. Pilot project-nya bisa dimulai dari Kota Bandung," tandasnya.

Sementara, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya menjelaskan, sertifikasi CHSE menjadi salah satu hal yang terus dikomunikasikan kepada pasar baik domestik maupun mancanegara. Karenanya ia mendorong agar pelaku usaha parekraf untuk dapat mendaftarkan usahanya. Dan bagi konsumen untuk dapat memilih usaha yang sudah memiliki sertifikasi CHSE.

"Pemerintah daerah dapat memperkuat ini dengan membuat aturan," kata Nia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini