Beri Kelonggaran, Pemkot Batu Hapus Denda Pajak Pelaku Sektor Pariwisata

Antara, Jurnalis · Sabtu 31 Juli 2021 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 31 406 2448786 beri-kelonggaran-pemkot-batu-hapus-denda-pajak-pelaku-sektor-pariwisata-Z7UTcxI9V7.JPG Kawasan wisata Hill House Batu, Jawa Timur (Foto: Instagram/@batuexplore)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur memberi kelonggaran pembayaran pajak hingga September 2021 kepada para pelaku usaha sektor pariwisata di Kota Batu, Jawa Timur, yang terkena dampak besar akibat pandemi Covid-19.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu, Dyah Ayu Kusuma Dewi mengatakan, selain kelonggaran pembayaran pajak, Pemerintah Kota Batu juga membebaskan pengenaan denda pajak.

"Ada kelonggaran pembayaran pajak, dan pembebasan denda untuk pajak," kata Diah.

Diah menjelaskan, untuk pembebasan denda pajak tersebut, di antaranya adalah pajak restoran, hotel, hiburan, dan air tanah hingga September 2021. Pelonggaran itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah, dan Retribusi Daerah.

Baca juga: PPKM Darurat, Semua Tempat Wisata di Kota Batu Tutup

Menurutnya, untuk keringanan pajak pokok bagi pelaku usaha sektor pariwisata, Pemerintah Kota Batu telah melakukan konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan perpajakan. Namun, hal tersebut masih belum bisa dilakukan.

"Untuk pokok pajak sudah konsultasi ke BPK, dan perpajakan masih belum bisa dilakukan, sambil menunggu aturan yang baru," katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batu tidak memiliki kewenangan untuk mengubah pokok pajak bagi sektor terdampak pandemi seperti sektor pariwisata tersebut. Sehingga, untuk saat ini, yang bisa diberikan kepada pelaku usaha adalah kelonggaran pembayaran pajak.

"Kami tidak memiliki kewenangan mengubah pokok pajak sehingga hanya bisa memberikan kelonggaran," paparnya.

Dalam aturan disebutkan bahwa pembayaran pajak oleh pelaku usaha paling lambat tanggal 15 pada bulan berikutnya. Dengan adanya kelonggaran tersebut, maka para pelaku usaha bisa membayar pajak pada September 2021.

Salah satu sektor usaha yang terdampak cukup besar akibat pandemi Covid-19 di Kota Batu, Jawa Timur, adalah hotel dan restoran. Perhimpunan Hotel, dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu mencatat sedikitnya 10 hotel besar berhenti beroperasi selama masa PPKM.

PHRI Kota Batu menginginkan pemerintah daerah untuk bisa menghapus pajak hotel, dan restoran bagi pelaku usaha di wilayah tersebut, akibat dampak pandemi penyakit akibat penyebaran virus Corona.

Hingga saat ini, secara keseluruhan di wilayah tersebut, ada sebanyak 2.442 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dari total tersebut, sebanyak 1.855 orang dilaporkan telah sembuh, 183 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini