Fenomena Salju Bromo Kian Indah, Sayang Tak Bisa Dinikmati Pelancong

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 406 2449428 fenomena-salju-bromo-kian-indah-sayang-tak-bisa-dinikmati-pelancong-3ke5QO1pCq.JPG Fenomena embun es di kawasan wisata Gunung Bromo (Foto: TNBTS)

FENOMENA frost atau embun upas menyerupai salju kembali muncul di kawasan Gunung Bromo. Suhu dingin di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bahkan hingga mencapai di bawah 0 derajat celsius.

Beberapa kawasan di TNBTBS tampak diselimuti embun upas yang melapisi tanaman - tanaman yang ada di kawasan Gunung Bromo-Tengger-Semeru.

Kasubbag Bagian Data, Evaluasi Pelaporan, dan Humas BB-TNBTS, Sarif Hidayat membenarkan, kemunculan fenomena salju ini di beberapa kawasan di Bromo Tengger Semeru. Disebutnya, fenomena ini memang, rutin muncul setiap tahunnya saat puncak musim kemarau.

"Itu rutin tiap muncul antara Juli-Agustus di puncak musim kemarau. Jadi umpamanya puncak musim kemarau itu kan, frost itu kan selalu muncul," kata Sarif saat dikonfirmasi, Senin (2/8/2021).

Saat kemunculan frost biasanya disertai suhu udara dingin di bawah 0 derajat celsius. Suhu udara ini terbilang cukup ekstrem di kawasan Bromo-Tengger-Semeru, mengingat suhu normal tak sampai menyentuh angka itu.

Baca juga: Pendaki Harap Bersabar, Wisata Bromo-Tengger-Semeru Perpanjang Lockdown

Embun Upas di Bromo

(Foto: TNBTS)

"Kalau hariannya sih sekitar 10-12 (derajat celsius), 10-14 (derajat celsius). Dari informasi teman-teman di Ranupani, frost ini (suhu udaranya) bisa capai 0, bisa sampai 4 (derajat celsius). Mungkin di bawah nol, bisa minus," ungkap dia.

Sarif menambahkan, biasanya fenomena es atau frost ini muncul di kawasan padang rumput di kawasan Ranupani, Lumajang. Selain di padang rumput, terlihat fenomena ini tampak di lautan pasir kawasan Bromo Tengger Semeru.

"Saya kemarin konfirmasi teman-teman di lapangan itu di Ranupani, cuma bulan kemarin, atau awal bulan, di laut pasir juga ada, informasinya," bebernya.

Namun dikatakan Sarif, kemunculan upas es atau embun pada fenomena frost ini tidak terjadi setiap hari. Hanya hari-hari tertentu dan waktu tertentu saja munculnya. Apalagi saat matahari mulai meninggi sekitar pukul 09.00-10.00 WIB, fenomena es akan mencair.

"Kemarin sih disampaikan kan dari Minggu ini dan Minggu kemarin sudah ada. Cuma hari-hari ini tidak tentu. Cuma minggu kemarin dan Minggu hari ini itu ada, karena enggak tentu," paparnya.

Biasanya fenomena ini bakal muncul selama puncak musim kemarau di bulan Juli-Agustus. Dimana setelah memasuki bulan-bulan itu dengan sendirinya bakal mencair dan hilang.

Sayang fenomena frost saat ini tak ada wisatawan yang masuk. Sebab Balai Besar TNBTBS, selaku pengelola wisata Gunung Bromo-Tengger-Semeru masih menutup kunjungan wisata imbas adanya pemberlakuan PPKM darurat sejak 3 Juli 2021.

"Kalau saat ini masih tutup. Nanti dari Jakarta. Kalau PPKM manut dari Jakarta," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini