Kawasan Bromo Tengger Semeru Diselimuti Salju, Suhunya Dingin Banget

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 406 2449491 kawasan-bromo-tengger-semeru-diselimuti-salju-suhunya-dingin-banget-vcmnFBqpbn.jpg Embun es mirip salju di Ranupani, Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur (Instagram @bbtnbromotenggersemeru)

FENOMENA alam embun es mirip salju menyelimuti kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur. Embun upas tersebut diyakini tidak akan merusak tanaman maupun ekosistem. Salju itu bakal mencair dengan sendirinya saat matahari pagi mulai memanas.

Baca juga: 7 Wilayah di Indonesia dengan Suhu Dingin, Ada Saljunya

Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi menuturkan, fenomena es atau frost yang muncul di kawasan Bromo Tengger Semeru merupakan hal biasa setiap tahunnya.

"Fenomena frost itu tiap tahun seperti itu. Kalau cuaca ekstrem dan suhu 0 atau bahkan minus atau 0 sampai 5 derajat, itu pasti muncul embun es," kata Wawan Hadi saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (2/8/2021).

Menurut Wawan, embun es menyelimuti tanaman-tanaman di kawasan Ranupani, Lumajang yang masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Baca juga: Masjidil Aqsa dan Tembok Ratapan Diselimuti Salju, Warga Israel-Palestina Bahagia

"Untuk sementara di Ranupani. Saya sudah jaring komunikasi dengan relawan di Argosari, Pasro Jambe, nihil. Untuk sementara di Ranupani," kata dia.

Kemunculan es yang menyelimuti tanaman ini diakuinya juga tidak merusak ekosistem. Sebab es biasanya bakal mencair ketika waktu menunjukkan pukul 09.00 - 10.00 WIB.

"Tanaman warga nggak apa-apa, nggak masalah, itu sebentar. Pagi jam 9-10, ada matahari, hilang lagi sudah, mencair lagi," ujar dia.

Ilustrasi

Bahkan sejumlah warga diungkapkan Wawan, juga mengaku tak mempermasalahkan. Mengingat fenomena itu merupakan hal yang biasa dan terjadi setiap tahunnya saat puncak musim kemarau.

"Itu hilang sendiri, cuma tetap kita beri imbau kepada warga, yang jelas warga di Ranupani, di ketinggian itu, 2.000-an Mdpl. Sudah tahu apa yang harus dilakukan. Ya minimal jaga kesehatan, apalagi sekarang ini dengan pandemi dan musim cuaca seperti ini hal seperti itu. Tolong ditingkatkan kewaspadaan dan hati-hati," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini