Tunjukkan Surat Vaksinasi Palsu, 2 Turis Amerika Didenda Rp231 Juta

Aliefa Khaerunnisa Salsabila, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 406 2449684 tunjukkan-surat-vaksinasi-palsu-2-turis-amerika-didenda-rp231-juta-jN7iVCFNgu.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

DUA traveler dari Amerika Serikat (AS) didenda 20.000 dollar Kanada atau sekira Rp231 juta, karena memberikan dokumen vaksinasi COVID-19 palsu saat berkunjung ke Kanada.

Pelancong yang tidak disebutkan namanya tiba dari AS di Kanada pada Minggu 18 Juli 2021.

Baca juga:  Wow! SpongeBob SquarePants dan Patrick Star Versi Nyata Ditemukan di Laut

Pejabat dari Badan Kesehatan Masyarakat Kanada (PHAC) mendenda setiap pelancong empat kali dengan total 19.720 CAD per pelancong.

Melansir dari Fox News, Senin (2/8/2021), dokumen palsu tersebut terdiri dari bukti vaksinasi dan tes pra-keberangkatan.

 

Petugas juga mengatakan pasangan tersebut didenda karena ketidakpatuhan dengan persyaratan pemerintah untuk akomodasi dan pengujian pada kedatangan, menurut siaran pers PHAC.

Baca juga:  Pelancong AS dan Uni Eropa Boleh Masuk Inggris Tanpa Karantina

Kanada memberlakukan persyaratan perjalanan pada Januari bahwa setiap pelancong yang masuk harus memberikan tes COVID negatif sebelum naik pesawat.

Selanjutnya, semua pelancong yang datang melalui udara harus menginap di hotel yang disetujui pemerintah selama tiga malam, atau sampai mereka menerima tes COVID-19 negatif.

Menginap di hotel dapat menghabiskan biaya lebih dari 1500 Dollar Kanada (sekitar Rp17 juta).

Agensi juga menekankan bahwa semua pelancong wajib menjawab pertanyaan dengan jujur dan memberikan informasi palsu adalah pelanggaran serius.

"Melanggar instruksi karantina atau isolasi apa pun yang diberikan kepada pelancong oleh petugas penyaringan atau petugas karantina ketika memasuki Kanada juga merupakan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Karantina dan dapat menyebabkan denda 5.000 USD (Rp72 juta) untuk setiap hari ketidakpatuhan atau untuk setiap pelanggaran yang dilakukan, atau lebih. Hukuman serius, termasuk enam bulan penjara dan/atau denda 750.000 USD (Rp10 Miliar),” kata PHAC.

 Ilustrasi

Badan Layanan Perbatasan Kanada (CBSA) mengatakan pihaknya bekerja sama dengan "mitra domestik dan internasional" untuk menemukan dokumen palsu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini