Kepri Punya 100 Desa Wisata, Potensinya Sungguh Besar untuk Bangkitkan Ekonomi

Antara, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 406 2449770 kepri-punya-100-desa-wisata-potensinya-sungguh-besar-untuk-bangkitkan-ekonomi-1e5ToO5qo3.jpg Wisata mangrove di Desa Batu Limau, Karimun, Kepulauan Riau (Antara/Ogen)

KEPALA Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Buralimar mengatakan, potensi desa wisata di daerah itu sangat besar untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, namun masih minim perhatian dari pemerintah, masyarakat, hingga swasta.

Buralimar menyebut tidak kurang dari 100 desa wisata yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri dan masing-masing punya ciri khas tersendiri.

Baca juga:  Tawarkan Pengalaman Berbeda, Desa Wisata Jadi Harapan Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Kendati demikian, menurutnya, desa wisata yang nampak mulai berkembang baru di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Natuna.

"Di Bintan misalnya ada Desa Wisata Engkang Anculai. Kalau di Natuna, ada Desa Wisata Mekar Jaya," kata Buralimar, Senin 2 Agustus 2021.

 

Buralimar mengatakan di Natuna dan Bintan, warga sangat antusias membangun desa wisata ditambah dukungan penuh dari pemerintah dan pihak swasta setempat.

Bahkan desa wisata di dua kabupaten tersebut diusulkan ikut Anugerah Desa Wisata tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Baca juga:  Festival Barongsai 2021 Pertanda Pariwisata Kepulauan Riau Bangkit

"Ini sejalan dengan Program Kemenparekraf mendorong masyarakat berwisata di dalam negeri saat pandemi COVID-19, yaitu dengan memperbanyak destinasi salah satunya desa wisata," kata Buralimar.

Lanjut dia mengatakan perhatian pemerintah daerah beserta pemangku kepentingan terkait amat penting dalam rangka mendorong pengembangan desa wisata.

Perhatian yang diberikan tidak musti dalam bentuk anggaran atau uang, minimal membantu sistem manajerial, seperti promosi dan mengangkat potensi desa wisata melalui berbagai platform media sosial.

"Dinas terkait harus datang ke lokasi desa wisata, melihat langsung apa yang kurang segera difasilitasi. Jadi ada semacam perhatian dan dorongan dari pemerintah, jangan dibiarkan begitu saja," ucapnya.

 Ilustrasi

Buralimar optimistis desa wisata dapat mengangkat perekonomian masyarakat desa. Masyarakat bisa menjual produk-produk mereka dengan adanya desa wisata dan pengunjung yang datang.

"Misalnya jual produk pertanian atau perkebunan dengan harga yang murah dan bersaing di pasaran," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini