PPKM Level 2, Tasikmalaya Kaji Rencana Pembukaan Objek Wisata

Antara, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 406 2450512 ppkm-level-2-tasikmalaya-kaji-rencana-pembukaan-objek-wisata-6XiPgsyhIQ.JPG Wisata air terjun di Tasikmalaya, Jawa Barat (Foto: Instagram/@ari.saripatulloh)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya, Jawa Barat bersama kepolisian mengkaji ulang soal aturan boleh tidaknya objek wisata dibuka saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Tasikmalaya.

"Kita akan formulasikan untuk dibukanya kembali objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya ini dapat aman," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya, Nana Heryana.

Menurut dia, Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah di Provinsi Jawa Barat yang masuk dalam PPKM Level 2 atau turun dari level sebelumnya yang membolehkan tempat wisata dibuka.

Kendati boleh dibuka, kata dia, pihaknya akan koordinasi terlebih dahulu dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Tasikmalaya untuk memutuskan kebijakan membuka kembali tempat wisata di tengah pandemi Covid-19.

"Itu sedang kami koordinasikan dengan Satgas Covid-19. Mungkin besok baru ada keputusan," sambung Nana.

Baca juga: Sektor Pariwisata Harus Adaptif dan Fleksibel di Masa Pandemi

Nana menambahkan, objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya kawasannya berada di dua wilayah hukum kepolisian yakni Polres Tasikmalaya Kabupaten dan Polres Tasikmalaya Kota sehingga perlu dilakukan koordinasi dalam menentukan keputusan membuka tempat wisata.

"Karena garda terdepan dalam PPKM ini adalah kepolisian, jadi kami harus koordinasi juga dengan Polres Kota, apalagi di kota masuk Level 3," katanya.

Pemkab Tasikmalaya lanjut Nana, sangat memahami keinginan pelaku usaha objek wisata yang ingin segera membuka kembali tempat wisatanya agar perekonomian kembali tumbuh.

Namun pemerintah juga, kata dia, perlu memikirkan permasalahan lain terkait penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan wabah Covid-19 di tempat wisata.

"Kita juga memahami kebutuhan para pelaku usaha di objek wisata, namun, kita juga harus jaga prokes, jangan sampai objek wisata jadi klaster, apalagi jadi tempat penularan kasus, jadi malah setelah dibuka, jadi tinggi lagi kasusnya," tuturnya.

Dirinya berharap objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya kembali dibuka dengan menerapkan aturan disiplin protokol kesehatan ketat untuk mencegah penularan virus corona.

"Mudah-mudahan cepat ada keputusan, kasihan juga para pelaku usaha, kita berharap bisa kembali dibuka," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini