Share

Penumpang Domestik Bandara Kualanamu Naik, tapi Belum Berdampak pada Pariwisata

Antara, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 406 2450529 penumpang-domestik-bandara-kualanamu-naik-tapi-belum-berdampak-pada-pariwisata-IiwIm4zWxV.JPG Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumut (Foto: Instagram/@ap2_kualanamu)

PENUMPANG domestik yang berangkat melalui Bandara Internasional Kualanamu selama Januari-Juni 2021 mengalami kenaikan dibanding periode sama 2020 atau mencapai 754.743 orang.

"Jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Bandara Kualanamu terus naik, walau belum terlalu besar. Pada semester I 2021, jumlahnya naik 0,59 persen dibanding dengan periode sama 2020,"ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi.

Pada semester I 2020 kata dia, jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Bandara Kualanamu masih 750.315 orang.

Kenaikan jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Bandara Kualanamu itu khususnya terlihat di bulan Juni.

Baca juga: Bandara Adi Soemarmo Sediakan Layanan Tes PCR, Segini Harganya

Pada bulan Juni, jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Bandara Kualanamu mencapai 150.762 orang atau naik 44,07 persen dibanding pada Mei yang masih 104.644 orang.

Suhaimi menyebutkan, jumlah penumpang domestik yang berangkat sebanyak 754.743 orang itu lebih kecil jumlahnya dari penumpang domestik yang datang melalui Bandara Kualanamu.

Sedangkan selama Januari-Juni 2021, penumpang domestik yang datang sebanyak 797.420.

Terkait itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut, Solahuddin Nasution menyebutkan, mulai naiknya jumlah penumpang domestik yang berangkat dan datang melalui Bandara Kualanamu itu belum berpengaruh positif ke bisnis anggota asosiasi.

Follow Berita Okezone di Google News

Alasan dia, kedatangan dan keberangkatan penumpang domestik lebih mengarah untuk kepentingan bisnis atau mendesak.

"Kalaupun ada untuk kegiatan liburan, warga belum menggunakan jasa layanan perusahaan anggota Asita. Hingga saat ini bisnis perusahaan perjalanan wisata masih belum jalan," kata Solahuddin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini