Banyak Pelancong Terdampar Akibat Pembatasan COVID-19, Permintaan Karantina di Negara Ketiga Tinggi

Aliefa Khaerunnisa Salsabila, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 406 2450788 banyak-pelancong-terdampar-akibat-pembatasan-covid-19-permintaan-karantina-di-negara-ketiga-tinggi-HlYmAe94fz.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

BANYAK orang yang meninggalkan negara asalnya dan terdampar karena pembatasan COVID-19 di bebeberaa negara memilih 'liburan karantina'.

Permintaan tertinggi ialah dari penduduk Uni Emirat Arab (UEA) yang terdampar di India, Pakistan, dan beberapa negara lain dari 16 negara yang menghadapi pembatasan perjalanan masuk yang diberlakukan oleh UEA.

“Armenia tetap menjadi tujuan karantina paling populer bagi para pelancong yang terdampar, diikuti oleh Uzbekistan,” kata Raheesh Babu, Group Chief Operating Officer Musafir.com, sebuah agen perjalanan online.

Baca juga:  Super Mewah, Ini 6 Tempat Staycation Terbaik di Uni Emirat Arab

“Ada penerbangan setiap hari dari berbagai tujuan di India ke Armenia. SpiceJet dan Indigo Airlines mengoperasikan penerbangan setiap hari. Selain itu, semakin sulit untuk menemukan kamar hotel di Yerevan karena permintaan yang tinggi, ” ujarnya seperti dilansir dari Khaleej Times, Rabu (4/8/2021).

 Ilustrasi

Ilustrasi (Shutterstock)

“Qatar tidak dianggap sebagai tujuan yang ramah keluarga karena kebijakan vaksinasi dan karantina untuk pengunjung yang datang. Lebih dari 3.000 pemudik telah menggunakan rute karantina ketiga negara kami sejak April.”

Bepergian melalui Qatar relatif mahal dan pelancong harus mengeluarkan setidaknya 10.000 Dirham (setara dengan 38 juta rupiah) per orang, tambah Syed Mudassir, manajer penjualan di Al Bloushi Travels di Deira. "Mereka juga harus menerima dua dosis vaksinasi Covid."

Perusahaan perjalanan mengatakan klien korporat sekarang memesan tiket massal untuk karyawan yang terdampar. “Kami telah meminta klien korporat kami memesan setidaknya 50 tiket untuk karyawan penting yang terdampar di luar negeri,” jelas Babu.

Biaya rata-rata perjalanan melalui rute ini adalah 6000 Dirham (sekitar 23 juta rupiah) per pelancong. “Beberapa keluarga yang menginginkan pengalaman perjalanan bintang empat hingga lima membayar setidaknya 8.000 Dirham (sekitar 32 juta rupiah) per kepala,” tambahnya.

 

Biaya sudah termasuk tiket pulang-pergi, menginap di hotel dan makanan selama 14 hari, pengujian RT-PCR, dan biaya transportasi. “Beberapa wisatawan yang ingin menikmati liburan juga memilih destinasi seperti Maladewa dan Seychelles,” kata Babu.

Baca juga:  Fakta-Fakta Menarik Deep Dive Dubai, Kolam Renang Terdalam di Dunia

Afi Ahmed, Managing Director Smart Travels, mengatakan, “Selama satu atau dua minggu terakhir, permintaan karantina negara ketiga telah meroket. Orang-orang telah kehilangan harapan, dan banyak yang putus asa untuk kembali. Kami menerima setidaknya 15 pemesanan yang dikonfirmasi setiap hari.”

“Kami telah menunggu konfirmasi positif tentang masalah ini selama berminggu-minggu. Saya tidak punya pilihan lain selain kembali melalui Armenia,” kata Vipin Joseph, seorang warga Dubai.

Raja Mir Wasim, manajer MICE dan liburan di International Travel Services, mengatakan bahwa Maladewa sekarang menjadi tujuan pilihan bagi wisatawan dari India dan Pakistan. “Permintaan tinggi, dan biayanya 10.000 Dirham (38 juta rupiah) per penumpang untuk melakukan perjalanan melalui rute itu,” katanya.

“Beberapa negara Asia Tengah telah membatasi masuknya pelancong dari India, dan mereka sedang diperiksa oleh petugas imigrasi,” tambahnya.

Mudassir mencatat, “Penumpang memesan tiket tujuan berdasarkan kebutuhan mereka. Jika ingin berlibur ke destinasi karantina, Maladewa dan Seychelles menjadi destinasi yang paling disukai. Tetapi jika seseorang harus bekerja dari rumah, negara-negara Asia Tengah lebih disukai.”

“Agen perjalanan di India dan Pakistan juga menerima banyak pemesanan; namun, pekerjaan dokumentasi dan persetujuan pemerintah harus dilakukan dari UEA,” tambahnya.

 Ilustrasi

Qatar telah memperbarui peraturan karantina untuk pelancong dari enam negara, termasuk India dan Pakistan.

Mulai Senin (2 Agustus), mereka yang datang dari enam negara Asia Timur, yakni Bangladesh, India, Nepal, Pakistan, Filipina, dan Sri Lanka, harus menjalani karantina wajib.

“Mereka yang divaksinasi/sembuh dari Covid-19 di Qatar dikenakan karantina hotel selama dua hari dan diizinkan meninggalkan hotel pada hari kedua jika hasil tes PCR mereka negatif. Sisanya harus dikarantina hotel selama 10 hari,” kata Kemenkes, Minggu.

Mengomentari pembaruan tersebut, Raheesh Babu berkata, “Peraturan ketat seperti ini menghalangi para pelancong untuk pergi ke Qatar. Juga, itu bukan tujuan yang ramah keluarga. Anak-anak yang tidak divaksinasi tidak diperbolehkan masuk.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini