Kisah Angker Museum Wayang, Boneka 'Kematian' hingga Wanita Bergaun Merah

Ahmad Haidir, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 408 2450603 kisah-angker-museum-wayang-boneka-kematian-hingga-wanita-bergaun-merah-nYPpQzgy7v.JPG Museum Wayang di Kota Tua, Jakbar (Foto: YouTube/Wisata Bareng Arivandy)

JAKARTA menyimpan banyak destinasi wisata sejarah, di mana salah satunya Wisata Kota Tua. Ya, destinasi tersebut hingga kini dikenal sebagai lokasi wisata sejarah yang populer bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Banyak keberadaan gedung tua semisal Museum Fatahillah yang kerap ramai oleh pengunjung. Selain itu, kawasan ini juga memiliki sejumlah museum lainnya, salah satunya Museum Wayang. Museum ini sangat cocok disambangi bagi yang gemar melihat benda-benda bersejarah.

Museum Wayang merupakan tempat wisata yang ada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Di museum tersebut terdapat banyak jenis tokoh pewayangan yang berasal dari Indonesia dan negara-negara lain. Namun siapa sangka, jika di balik nilai sejarahnya, terdapat beberapa kisah mistis yang bisa membuat bulu kuduk berdiri.

Penasaran? Berikut ulasannya sebagaimana dirangkum MNC Portal Indonesia dari berbagai sumber.

Sejarah Museum Wayang

Sebelum menjadi museum, gedung di kawasan Kota Tua Jakarta ini dulunya merupakan sebuah bangunan gereja bernama De Oude Hollandche Kerk atau Gereja Lama Belanda yang dibangun di tahun 1640.

Melansir laman situsbudaya.id, gereja tersebut kemudian mengalami perombakan di tahun 1732 dan namanya diubah menjadi Gereja Baru Belanda atau De Nieuwe Hollandse Kerk. Sayangnya, akibat gempa bumi yang terjadi di tahun 1808, bangunan gereja itupun roboh.

Selanjutnya, Ikatan Kesenian dan Ilmu Batavia atau Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen pun memutuskan membeli bangunan bekas gereja itu yang diserahkan kepada Yayasan Oud Batavia yang mengubahnya menjadi Oud Bataviaasche Museum pada tahun 1939, seperti yang banyak dikisahkan di Museum Wayang.

Boneka Gale-Gale

(Foto: YouTube/Wisata Bareng Arivandy)

Baca juga: Museum di Jakarta Optimalkan Wisata Virtual Selama PPKM, Pelajar & Mahasiswa Antusias

Setelah mengalami beberapa kali peralihan kepemilikan, bangunan ini akhirnya dikelola Pemprov DKI Jakarta yang lantas memutuskan untuk menjadikannya Museum Wayang di tahun 1968. Peresmiannya sendiri dilakukan oleh Gubernur Ali Sadikin pada 13 Agustus 1975 dan sempat diperluas pada tahun 2000-an. Saat ini, bangunan Museum Wayang terdiri dari 2 lantai.

Benda koleksi Museum Wayang

Seperti namanya, Museum Wayang Kota Tua berada di area Wisata Kota Tua Jakarta yang lokasinya berdekatan dengan ikon bangunan Kota Tua itu sendiri atau yang biasa disebut Jakarta History Museum, tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara 27, Jakarta Barat.

Ketika mengunjungi museum ini, hal yang paling menuai perhatian adalah bentuk bangunannya serta koleksinya. Mengapa? Pasalnya, arsitektur bangunan tua museum sangat sangat kental nuansa Eropa yang langsung dapat dilihat dari bagian depan.

Sedangkan terkait koleksinya, Museum Wayang memiliki ribuan wayang dan boneka kayu lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga luar negeri seperti boneka dari Malaysia, Thailand, hingga Suriname.

Nisan Makam JP Coen

 (Foto: YouTube/Wisata Bareng Arivandy)

Selain itu, terdapat makam dari para petinggi VOC dan Pemerintah Hindia-Belanda di era penjajahan dahulu, salah satu yang terkenal adalah Makam seorang Gubernur VOC Jan Pieterszoon Coen atau J.P Coen

Kisah mistis Museum Wayang

Sementara, aroma mistis dari Museum Wayang tidak dapat terlepas oleh sejarah bangunan yang telah berusia ratusan tahun tersebut, serta benda-benda koleksi yang terdapat di dalamnya.

Baca juga: Ribuan Koleksi Unik Museum Negeri Sulut, dari Ikan Purba hingga Jejak Islam

Bagi pengunjung yang 'peka', suasana di Museum Wayang akan terasa cukup berbeda dan sarat dengan nuansa mistis. Tak sedikit kisah menyeramkan dari pengunjung maupun penjaga museum terkait keangkeran tempat itu.

Pertama, misteri terkait beberapa benda koleksi Museum Wayang, salah satu yang dianggap menyeramkan adalah Boneka Gale-Gale asal Sumatera Utara.

Secara bentuk, boneka tersebut sesungguhnya sudah tampak sedikit menyeramkan dengan sosok pria hitam yang memakai baju serba putih. Ditambah lagi sejarah dan legenda yang menyebut bahwa boneka yang digunakan pada upacara kematian masyarakat di Pulau Samosir tersebut kerap dihuni oleh arwah orang meninggal yang merasuki boneka.

Selain itu, si pembuat boneka tersebut dipercaya akan langsung meninggal beberapa saat setelah boneka tersebut jadi dan digunakan dalam upacara. Sungguh menyeramkan bukan?

Kedua, cerita paling kondang ialah misteri mengenai koleksi Gamelan Sunda yang terdapat di lantai 2 museum. Terdapat kebijakan yang melarang pengunjung untuk membunyikan alat musik tersebut. Usut punya usut, hal ini karena tindakan tersebut diyakini akan dapat mengganggu makhluk yang mendiami lokasi sekitar di mana gamelan tersebut diletakkan!

Gamelan Museum Wayang

(Foto: YouTube/Wisata Bareng Arivandy)

Misteri yang menyelimuti museum tersebut seakan nyata seiring cukup banyaknya cerita horor yang dialami langsung oleh pengunjung bahkan petugas museum sekalipun.

Cerita tersebut beredar dari mulut ke mulut, dengan salah satu cerita paling terkenal adalah yang dialami oleh seorang penjaga museum bernama Syarif. Ia mengaku melihat anak kecil hingga wanita dengan gaun merah saat sedang membersihkan museum yang telah tutup dan sepi dari pengunjung.

Satu hal yang pasti, Museum Wayang adalah salah satu museum yang sangat menarik untuk dikunjungi bagi Anda yang ingin menikmati aktivitas wisata sejarah di Ibu Kota. Begitupun jika Anda merasa tertantang untuk menggali lebih jauh misteri di balik keberadaan bangunan tua tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini