Keberkahan Sis Aljufri, Pusat Wisata Religi dan Tempat Mengais Rezeki

Firziana Zahra, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 408 2450677 keberkahan-sis-aljufri-pusat-wisata-religi-dan-tempat-mengais-rezeki-7RJhUur7eJ.JPG Kawasan wisata religi Sis Aljufri di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Foto: palukota.go.id)

KABAR duka datang dari Sulawesi Tengah. Seorang ulama kharismatik yang juga menjabat sebagai Ketua Utama Al-Khairaat, Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa, 3 Agustus 2021 sekira pukul 15.50 Wita di Rumah Sakit Al-Khaairat, Kota Palu.

Ketua Umum Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) sekaligus ipar almarhum, Habib Idrus bin Salim Aljufri mengatakan, Habib Saggaf ialah cucu sekaligus murid ulama besar sang pendiri Al-Khairaat, Al Habib Idrus bin Salim Aljufri atau yang akrab dijuluki Guru Tua.

"Habib Saggaf orang yang alim dan istiqomah dalam jalan dakwah serta telah memberikan waktu dan hartanya hanya untuk umat. Rahimahullah rahmatal abror," ucap Habib Idrus.

Bicara soal dakwah Islam di Palu tak lepas dari peran ulama asal Hadramaut, Yaman yaitu Al Habib Idrus bin Salim Aljufri. Melansir dari laman Al-Khairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri lahir di Kota Tarim, Hadramaut, Yaman pada 15 Maret 1892. Beliau wafat di Palu, Sulawesi Tengah, 22 Desember 1969 dalam usia 77 tahun.

Habib Idrus bin Salim Aljufri

(Habib Idrus bin Salim Aljufri, Foto: Al-Khairaat)

Ulama yang akrab disapa Guru Tua ini dikenal sebagai sosok pencinta ilmu. Tak hanya untuk diri sendiri, ilmu itu juga ia tularkan kepada orang lain.

Salah satu wujud cintanya pada ilmu adalah didirikannya lembaga pendidikan Islam Al-Khairaat sebagai sumbangsih nyata beliau kepada agama Islam.

Baca juga: Pedagang Serbu Kawasan Wisata Religi Palu, Bisa Shopping Nih

Al-Khairaat berdiri saat Habib Idrus bin Salim Aljufri menginjak usia 41 tahun. Beliaulah inspirator terbentuknya sekolah di berbagai jenis dan tingkatan di Sulawesi Tengah yang dinaungi organisasi Al-Khairaat, dan terus berkembang dan eksis di kawasan timur Indonesia hingga kini.

Pedagang Busana Muslim di Jalan Sis Aljufri

(Foto: Antara)

Seiring berjalannya waktu, Al-Khairaat yang terletak di Jalan Sis Aljufri, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah tak hanya sekadar pusat dakwah, namun ia juga menjelma sebagai destinasi wisata religi di Palu.

Dikutip dari laman Pemkot Palu, Al-Khairaat berdiri di lahan seluas lebih kurang satu hektare dengan jalur jalan sepanjang satu kilometer tersebut. Di sana juga terdapat Masjid Al-Khairaat, makam Guru Tua, tempat penginapan, toko perlengkapan busana muslim, toko buku, oleh-oleh, dan lainnya.

Pada bulan Ramadhan 1442 Hijriah lalu, kawasan wisata religi ini dipadati para pedagang untuk berjualan pakaian muslim dan makanan buka puasa.

"Iya, kawasan wisata religi khususnya di Jalan Sis Aljufri setiap tahun pada bulan Ramadhan menjadi tempat perputaran ekonomi," ucap Sekretaris Jenderal Himpunan Pemuda Al-Khairaat, Taufik Lasenggo beberapa waktu lalu.

Tepat di depan dan di sekitar lembaga pendidikan Alkhairaat para pedagang mendirikan lapak-lapak jualan di kiri dan kanan bahu Jalan Sis Aljufri.

Di tempat itu pedagang menjual kopiah, sajadah, mukena, busana muslimah dan baju koko, gamis, tasbih dan sebagainya yang bernuansa religi. Pada sore hingga malam hari lapak pedagang ramai dikunjungi wisatawan lokal, baik dari Kota Palu, Sigi maupun Donggala.

"Alhamdulillah, di sini ada lokasi untuk berdagang di bulan Ramadhan," kata Umar salah seorang pedagang.

Baca juga: 6 Destinasi Wisata di Kota Palu, Pesonanya Mampu "Menyihir" Wisatawan

Jalan Sis Aljufri kata dia, menjadi lokasi strategis karena menjadi jalan poros utama yang menyangga Sigi dan Donggala. Tak hanya itu, letak Jalan Sis Aljufri juga mengintegrasikan masyarakat dengan beberapa pusat perdagangan seperti Palu Plaza dan Pasar Tua.

Belum lagi di sana terdapat Masjid Al-Khairaat yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong. Tak hanya untuk beribadah, mereka yang datang dari luar kota juga bisa beristirahat di sana seraya mempelajari sejarah penyebaran Islam di wilayah Palu dan sekitarnya.

"Jamaah setelah sholat Isya mereka bisa berbelanja di lapak-lapak yang ada di Jalan Sis Aljufri ini," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini