Amerika Akhirnya Sudi Kembalikan 17 Ribu Artefak Kuno Hasil Jarahan di Irak

Aliefa Khaerunnisa Salsabila, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 406 2451162 amerika-akhirnya-sudi-kembalikan-17-ribu-artefak-kuno-hasil-jarahan-di-irak-F0h6j1TAD5.JPG AS kembalikan belasan ribu artefak kuno yang dijarah di Irak (Foto: Reuters/Saba Kareem)

PEJABAT Irak pada Selasa lalu mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) akhirnya rela mengembalikan lebih dari 17.000 artefak kuno yang dijarah dan diselundupkan ke luar negeri pasca-invasi Amerika pada 2003 silam.

Barang yang dikebalikan termasuk tablet tanah liat berusia 3.500 tahun yang memuat bagian dari Epik Gilgames.

Puluhan ribu barang antik menghilang dari Irak pasca-invasi militer Amerika Serikat pada 2003 kala menggulingkan pemimpin negeri itu, Saddam Hussein.

Lebih banyak lagi yang diselundupkan atau dihancurkan oleh kelompok teroris Daesh, yang menguasai sepertiga wilayah Irak antara 2014-2017 sebelum dikalahkan oleh pasukan Irak dan koalisi internasional.

"Pihak berwenang AS yang bekerja untuk memulihkan artefak, baru-baru ini mencapai kesepakatan dengan Baghdad untuk mengembalikan barang-barang yang disita dari dealer dan museum di Amerika Serikat," sebut Kementerian Budaya dan Luar Negeri Irak melalui sebuah pernyataan.

Baca juga: Artefak Seharga 20 Miliar Rupiah Dicuri dari Istana Inggris

Artefak Kuno Irak

(Foto: Reuters/Saba Kareem)

“Pemerintah AS menyita beberapa artefak dan mengirimnya ke kedutaan (Irak). Tablet Gilgamesh, yang penting, akan dikembalikan ke Irak bulan depan setelah prosedur hukum diselesaikan," kata Menteri Kebudayaan, Hassan Nadhim kepada Reuters.

Pihak berwenang AS menyita Tablet Gilgamesh pada 2019 setelah diselundupkan, dilelang, dan dijual ke pedagang seni di Oklahoma dan dipajang di Museum Washington DC. Pengadilan kemudian memerintahkan penyitaannya bulan lalu.

Seorang pedagang barang antik AS telah membeli tablet dari dealer yang berbasis di London pada tahun 2003. Epic of Gilgamesh adalah kisah Sumeria berusia 3.500 tahun yang dianggap sebagai salah satu karya sastra pertama di dunia.

Nadhim mengatakan artefak lain yang dikembalikan termasuk tablet lain yang ditulis dalam tulisan paku. Warisan kuno Irak telah dihancurkan saat konflik, perusakan dan penjarahan terutama sejak tahun 2003. Ribuan artefak juga masih belum diketemukan.

Setelah 2014, kelompok teroris Daesh berhaluan ekstremis menyerbu dan menghancurkan situs-situs bersejarah yang disebut UNESCO sebagai skala industri.

Dengan bantuan badan-badan internasional, pihak berwenang Irak telah berusaha melacak, mengembalikan, dan melestarikan peninggalan arkeologisnya, meski hingga kini belum maksimal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini