Puluhan Pelanggar Karantina di Arab Saudi Terancam Denda Rp1,9 Miliar

Firziana Zahra, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 406 2451702 puluhan-pelanggar-karantina-di-arab-saudi-terancam-denda-rp1-9-miliar-MUA2gQxGvQ.JPG Ilustrasi (Foto: Saudi Press Agency/SPA)

SEBANYAK 61 pelanggar aturan karantina telah ditangkap di Arab Saudi dalam sepekan terakhir. Mereka dianggap lalai dalam mematuhi peraturan karantina setelah infeksi Covid-19 mereka telah terkonfirmasi.

Juru Bicara Media Kepolisian Wilayah Hail, Kapten Tariq Al-Nassar mengatakan, sebelumnya beredar video seorang pria dengan tes PCR positif berkeliaran di pusat perbelanjaan.

Pria itupun ditangkap setelah pihak berwenang mengidentifikasi yang bersangkutan. Tindakan hukum tegas langsung diambil terhadapnya.

Al-Nassar menyebut, hukuman bagi pelanggar tindak pencegahan terhadap Covid-19 termasuk denda 500 ribu Riyal atau setara Rp1,9 miliar atau pidana penjara untuk jangka waktu tidak lebih dari lima tahun.

Di wilayah Qassim, Jubir Media Kepolisian, Letnan Kolonel Badr Al-Suhaibani membenarkan bahwa 60 orang ditangkap karena melanggar peraturan karantina setelah dipastikan terinfeksi virus tersebut.

Baca juga: Termasuk Indonesia, Ini 13 Negara dalam Daftar Merah Arab Saudi

Arab Saudi pada Rabu lalu melaporkan 14 kematian terkait Covid-19 yang menjadikan jumlah keseluruhan menjadi 8.284. Ada 1.043 kasus baru, yang berarti 529.995 orang di negara itu telah tertular penyakit tersebut. Sebanyak 10.393 kasus tetap aktif, di mana 1.396 pasien dalam kondisi kritis.

Dari kasus baru yang tercatat, 214 berada di wilayah Makkah, 192 di wilayah Riyadh, 169 di Provinsi Timur, dan 65 di wilayah Madinah. Selain itu, kementerian menyebutkan bahwa 1.211 pasien telah pulih dari penyakit ini, meningkatkan jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 511.318.

Wilayah dengan tingkat pemulihan tertinggi adalah Riyadh pada 267 orang, diikuti oleh Makkah 217 dan Provinsi Timur sebanyak 200.

Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 25.443.550 tes reaksi berantai polimerase (PCR), dengan 106.517 dilakukan dalam 24 jam terakhir. Pusat pengujian dan pusat perawatan yang didirikan di seluruh negeri telah menangani ratusan ribu orang sejak wabah pandemi Covid-19.

Sementara sebanyak 28.492.380 orang di negara itu hingga saat ini telah menerima vaksinasi Covid-19, termasuk 1.496.037 orang lanjut usia.

Sekitar 55,9 persen populasi telah menerima dosis pertama, sementara 25,9 persen telah menyelesaikan kedua dosis. Pada tingkat ini, 70 persen populasi diharapkan telah menyelesaikan kedua dosis pada 28 September 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini