Pendapatan Nihil, Ribuan Pekerja Tempat Wisata di Kota Batu Terancam PHK

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 09 Agustus 2021 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 08 406 2452770 pendapatan-nihil-ribuan-pekerja-tempat-wisata-di-kota-batu-terancam-phk-Wt0OZES8xu.JPG Tempat wisata Jatim Park di Kota Batu, Jawa Timur (Foto: MNC Portal/Avirista Midaada)

RIBUAN pekerja tempat wisata di Kota Batu, Jawa Timur terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas kerugian miliaran rupiah yang dialami.

Kerugian ini bukanlah karena efek penerapan PPKM semata, melainkan juga selama masa pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak tahun 2020 lalu.

Marketing and Public Relation Manager Jatim Park Grup, Titik S. Ariyanti mengakui setiap bulannya pihaknya harus mengeluarkan gaji karyawan sebanyak Rp2,5 miliar. Para karyawan ini merupakan jumlah keseluruhan di 15 tempat wisata yang dikelola Jatim Park Grup.

Jumlah itu belum termasuk perputaran ekonomi dari sekitar 2.300-an orang dari rekanan, pedagang-pedagang, hingga pihak yang mengandalkan mata pencaharian di lokasi-lokasi wisata Jatim Park Grup.

"Karyawan Jatim Park Grup itu ada 1.700 dengan kita punya 15 park (tempat wisata). Kalau satu karyawan digaji Rp1,5 juta dikalikan saja, berapa kami harus menggaji karyawan. Kami menyiapkan dana untuk gaji karyawan saja sudah Rp2 miliar lebih, untuk 15 destinasi wisata itu, belum lagi kita ada 2.300 rekanan lainnya," ucap Titik.

Baca juga: Serunya Berwisata ke Kampung Korea di Jatim Park 3

Jumlah itu kata dia, belum termasuk biaya operasional perawatan dan pembayaran sejumlah tempat-tempat wisata yang dikelola Jatim Park Grup. Sejumlah pengeluaran mulai pembayaran pajak, pembayaran listrik, WiFi, air, pembelian pakan, hingga perawatan sejumlah tanaman hias, tetap harus ditanggung per bulannya.

"Belum lagi siram-siram obat untuk tanaman dan sebagainya, kan rata-rata kami harus menyiapkan dana Rp4 miliar lebih tiap bulan, untuk biaya operasional seluruh destinasi wisata kami," keluhnya.

Pengeluaran ini lanjutnya, tidak sebanding dengan pemasukan selama 1,5 tahun di masa pandemi Covid-19. Terlebihi saat ini destinasi-destinasi wisata di Jatim Park Grup sudah tutup sebulan lebih sejak PPKM darurat diterapkan pada 3 Juli 2021.

Perpanjangan PPKM darurat dan PPKM level 4 kian membuat tempat wisata andalan di Kota Batu ini kian merana. Manajemen Jatim Park Grup bahkan terpaksa dua kali memperpanjang penutupan destinasinya, terakhir pengelola memperpanjang penutupan dari tanggal 2 Agustus hingga 12 Agustus.

"Jatim Park Grup selalu menambah tutup park-nya yang kita tidak sampai tanggal 9 (waktu PPKM level 4 dari pemerintah), melainkan mundur sampai tanggal 12 Agustus ini. Bisa jadi akan mundur lagi, karena mungkin situasinya masih seperti ini, karena apa Batu ini masih zona merah (penyebaran Covid-19), sedangkan aturan dari pemerintah destinasi wisata boleh dibuka," paparnya.

Baca juga: PPKM Darurat, Semua Tempat Wisata di Kota Batu Tutup

Alhasil jeritan pengelola wisata seperti dirinya kian kencang, ditambah belum ada stimulus atau bantuan keringanan yang bisa diberikan pemerintah untuk menyelamatkan para pelaku wisata.

"Saya enggak tahu sampai kapan ini akan berakhir, tetapi jika sampai akhir tahun masih akan seperti ini, bisa jadi kami akan sedikit demi sedikit mengurangi biaya operasional. Mungkin PHK karyawan yang selama ini kita belum pernah memikirkan, dan tidak ada keinginan sama sekali mem-PHK karyawan, tetapi mungkin itu adalah salah satu keputusan yang terbaik," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini