Share

Bandara Fatmawati Bengkulu Terapkan Validasi Dokumen Kesehatan Berbasis Digital

Antara, Jurnalis · Senin 09 Agustus 2021 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 406 2453047 bandara-fatmawati-bengkulu-terapkan-validasi-dokumen-kesehatan-berbasis-digital-0HIAQAoF09.JPG Ilustrasi (Foto: Instagram/@bks_ap2airport)

MANAJEMEN Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu mulai menerapkan validasi dokumen kesehatan berbasis digital dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat keberangkatan penerbangan.

Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Fatmawati Soekarno, Heru Karyadi mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan dan manajemen maskapai untuk pelaksanaan program tersebut.

"Aplikasi ini sangat perlu dimiliki oleh setiap calon penumpang untuk mempermudah dan mempercepat pelaksanaan validasi dokumen serta efektif digunakan calon penumpang untuk menghindari resiko penularan Covid-19," kata Heru, Senin (9/8/2021).

Selain itu, manajemen bandara juga telah menyediakan fasilitas dan personel yang bertugas melakukan validasi secara digital di area lobi keberangkatan, tepatnya sebelum penumpang memasuki pintu keberangkatan.

Baca juga: Besok, Bandara Pattimura Mulai Berlakukan Aplikasi PeduliLindungi

Nantinya petugas akan mengarahkan calon penumpang ke titik validasi dokumen dan memberikan informasi seputar aplikasi PeduliLindungi terlebih dulu kepada para calon penumpang yang belum menggunakan aplikasi tersebut.

Heru menjelaskan, pada saat melakukan validasi calon penumpang cukup menampilkan QR Code yang tertera di Aplikasi PeduliLindungi, lalu pilih menu paspor digital, kemudian klik hasil tes Covid.

"Nantinya akan muncul informasi yang berisikan QR code untuk selanjutnya akan di scan oleh petugas maskapai," tuturnya.

Dijelaskannya, aplikasi PeduliLindungi juga telah terintegrasi dengan fasilitas kesehatan yang diberikan kewenangan melakukan tes usap atau antigen bagi calon penumpang, sehingga akan memudahkan proses validasi.

Hasil scan terhadap QR Code calon penumpang itu nantinya akan menunjukkan apakah calon penumpang laik terbang atau tidak.

Kemudian, penumpang yang berstatus laik terbang diperkenankan langsung memasuki pintu keberangkatan yang selanjutnya akan diperiksa oleh petugas avsec untuk melakukan check-in.

Baca juga: Duh, Jumlah Turis Asing Masuk Melalui Bandara Silangit Masih Nihil

Sedangkan bagi calon penumpang dengan status tidak laik terbang akan diarahkan menuju titik validasi dokumen secara manual yang akan divalidasi langsung oleh tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

"Kami minta bagi seluruh calon penumpang untuk menggunakan aplikasi ini karena selain mempercepat proses validasi, juga mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Namun apabila ada calon penumpang yang tidak membawa smartphone maka kita akan layani dengan cara manual," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini