Anak di Bawah 12 Tahun yang Belum Divaksinasi Boleh Rekreasi di Ruang Terbuka

Salman Mardira, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 406 2454722 anak-di-bawah-12-tahun-yang-belum-divaksinasi-boleh-rekreasi-di-ruang-terbuka-8kOABxEUuC.jpg Taman bermain anak (Shutterstock)

OTORITAS Hiburan Umum Arab Saudi (GEA) mengizinkan anak-anak usia di bawah 12 tahun yang tidak divaksinasi COVID-19, bebas memasuki acara dan kegiatan rekreasi di ruang terbuka.

Kebijakan ini dibuat usai berkoordinasi dengan Otoritas Kesehatan Masyarakat (Weqaya), dan dalam kerangka peran GEA untuk menyelenggarakan acara hiburan sesuai dengan protkol kesehaan pencegahan virus corona.

Anak-anak, bagaimanapun, harus didampingi oleh orang dewasa yang sudah divaksinasi, harus bebas dari gejala seperti flu (demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan), dan status kesehatannya dalam aplikasi “Tawakkalna” harus dipastikan tidak terinfeksi COVID-19 dan belum melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi virus tersebut.

Baca juga: Eksotisnya Pulau Kadambal, Kawasan Wisata Terindah di Arab Saudi

Melansir dari Arab News, Jumat (13/8/2021), GEA mengatakan bahwa larangan anak-anak memasuki kegiatan rekreasi yang diadakan di tempat-tempat tertutup akan berlanjut.

Ilustrasi

Anak-anak (Freepik)

Mereka akan dibolehkan masuk jika telah divaksinasi setidaknya satu dosis atau telah pulih dari virus.

Pihak berwenang sebelumnya telah mengeluarkan keputusan yang menetapkan bahwa masuk ke acara hiburan dibatasi untuk mereka yang kebal virus.

Selain itu juga membatasi kehadiran hingga 40 persen dari total kapasitas di ruang terbuka, menekankan langkah-langkah pencegahan jarak sosial, pemakaian masker, dan menyediakan pembersih di berbagai lokasi acara.

Sementara itu, pakar penyakit menular Saudi, Ahmed Al-Hakawi, mengutip sebuah penelitian di Singapura yang menyimpulkan bahwa individu yang diimunisasi yang terinfeksi varian delta COVID-19 dapat pulih dari virus lebih cepat daripada yang tidak divaksinasi.

Al-Hakawi, yang juga seorang ahli epidemiologi rumah sakit di Riyadh, mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan pada lebih dari 200 orang yang terinfeksi varian di Singapura menemukan bahwa pemulihan yang lebih cepat di antara yang divaksinasi menghasilkan periode isolasi yang lebih pendek dan mengurangi penularan virus ke yang lain.

Baca juga: Kunjungi Museum Ini, Wisatawan Disajikan Perjalanan Indah ke Masa Lalu

Penelitian ini melibatkan 71 orang yang telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19 dan 130 lainnya yang tidak.

Arab Saudi pada Kamis melaporkan sembilan kematian terkait COVID-19 lagi, menjadikan jumlah keseluruhan menjadi 8.366.

Ada 751 kasus baru, yang berarti 535.927 orang di negara itu kini telah tertular penyakit tersebut. Sebanyak 10.182 kasus tetap aktif, di mana 1.407 pasien dalam kondisi kritis.

Dari kasus baru yang tercatat, 147 berada di wilayah Makkah, 111 di Provinsi Timur, 107 di wilayah Riyadh, dan 47 di wilayah Madinah.

Selain itu, Kementerian Kesehatan mengatakan 1.389 pasien telah pulih dari penyakit ini, meningkatkan jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 517.379.

Wilayah dengan tingkat pemulihan tertinggi adalah Makkah dengan 384, diikuti oleh Riyadh pada 237 dan Provinsi Timur pada 162.

Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 26.008.288 tes PCR, dengan 93.481 dilakukan dalam 24 jam terakhir.

Pusat pengujian dan pusat perawatan yang didirikan di seluruh negeri telah menangani ratusan ribu orang sejak wabah pandemi COVID-19.

Ilustrasi

Di antara mereka, pusat Taakad (pastikan) menyediakan tes COVID-19 bagi mereka yang tidak menunjukkan atau hanya gejala ringan atau percaya bahwa mereka telah melakukan kontak dengan individu yang terinfeksi.

Klinik Tetamman (yakinlah) menawarkan pengobatan dan saran bagi mereka yang memiliki gejala virus seperti demam, kehilangan rasa dan penciuman, dan kesulitan bernapas.

Janji temu untuk kedua layanan dapat dilakukan melalui aplikasi Sehhaty kementerian.

Sementara itu, 30.719.231 orang di negara itu telah menerima suntikan COVID-19, termasuk 1.526.763 orang lanjut usia. Sekitar 58,56 persen populasi telah menerima dosis pertama, sementara 29,68 persen telah menyelesaikan kedua dosis. Pada tingkat ini, 70 persen populasi diharapkan telah menyelesaikan kedua dosis pada 9 Oktober 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini