Inggris Pangkas Biaya Tes Covid-19 bagi Pelancong, Segini Tarifnya

Antara, Jurnalis · Sabtu 14 Agustus 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 14 406 2455531 inggris-pangkas-biaya-tes-covid-19-bagi-pelancong-segini-tarifnya-inrMGes06E.JPG Ilustrasi (Foto: Reuters/Denis Balibouse)

PEMERINTAH Inggris berencana memangkas tarif tes Covid-19 untuk perjalanan yang disyaratkan oleh Layanan Kesehatan Nasional (NHS).

Mereka juga tengah meninjau ulang daftar perusahaan swasta penyedia tes untuk memastikan tarif yang transparan dan tidak dianggap menyesatkan.

Testing bagi mereka yang bergejala digratiskan, namun semua tes yang digunakan untuk perjalanan harus dibayar sendiri.

Industri perjalanan, yang terhantam parah oleh pandemi, telah lama mengeluhkan biaya tes yang mereka nilai terlalu mahal. Inggris menerapkan sistem 'lampu lalu lintas' bagi perjalanan internasional.

Negara-negara berisiko rendah diberi peringkat hijau dengan perjalanan bebas karantina, sementara yang berisiko sedang diberi peringkat kuning.

Baca juga: Pelancong AS dan Uni Eropa Boleh Masuk Inggris Tanpa Karantina

Adapun orang-orang yang datang dari negara-negara berperingkat merah, mereka diharuskan menjalani isolasi 10 hari di hotel.

Pendatang dari negara-negara hijau dan kuning harus mengikuti setidaknya satu tes Covid-19 untuk menghindari denda, maksimal 2.000 poundsterling atau setara sekitar Rp39,8 juta).

Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial mengatakan, tarif NHS untuk tes perjalanan akan dikurangi dari 88 pound menjadi 68 pound atau sekitar Rp1,4 juta bagi pendatang dari negara daftar hijau atau pendatang dari daftar kuning yang sudah divaksin penuh.

Sementara, tarif bagi pendatang dari negara daftar kuning yang baru divaksin sekali diturunkan dari 170 pound ke 136 pound atau setara Rp2,7 juta.

Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid mengakui bahwa orang begitu ingin bepergian selama liburan musim panas dan tarif tes PCR bisa jadi penghambat.

"Itulah sebabnya saya bertekad untuk melindungi konsumen dan keluarga yang telah bekerja keras dari praktik eksploitasi dan memastikan tes berkualitas tinggi tersedia dengan harga terjangkau," kata Javid.

Dia juga telah memerintahkan jajarannya untuk segera meninjau ulang tarif tes dan standar pelayanan dari semua penyedia tes.

"Setiap penyedia yang terbukti menyesatkan publik akan dicoret (dari daftar)," tegasnya.

Pekan lalu, pengawas persaingan usaha Inggris (CMA) mulai menyelidiki pasar tes Covid-19 atas permintaan Javid.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini