Ini 7 Kawasan Wisata Unggulan di NTT yang Sedang Digenjot Pembangunannya

Antara, Jurnalis · Selasa 17 Agustus 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 406 2456521 ini-7-kawasan-wisata-unggulan-di-ntt-yang-sedang-digenjot-pembangunannya-X4PDQshNi0.jpg Labuan Bajo di NTT (Foto Jaenjo-Tours)

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong pemerintah di tujuh kabupaten yang menjadi pusat pembangunan wisata unggulan agar menyiapkan insfrastruktur penunjang wisata sehingga pembangunan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata lebih cepat berkembang.

Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Josef A Nae Soi mengatakan hal itu pada pidato radio dalam rangka peringatan Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia yang dilakukan secara virtual di Kupang, Senin 16 Agustus 2021.

Baca juga:  Ini 10 Langkah Strategis Labuan Bajo Jadi Wisata Super Premium

Pemerintah Provinsi NTT kata Wagub Josef A Nae Soi sedang mengenjot pembangunan di tujuh kawasan wisata unggulan seperti Pantai Liman di Semau, Kabupaten Kupang, Desa Wolwal, Kabupaten Alor, Mulut Seribu, Kabupaten Rote Ndao.

 

Selain itu juga dilakukan penataan di kawasan wisata Lamalera di Kabupaten Lembata, Koa Nara di Kabupaten Ende dan lokasi wisata Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan serta Pramaidita di Kabupaten Sumba Timur.

Josef A Nae Soi berharap pemerintah di tujuh kabupaten yang menjadi pusat pengembangan wisata unggulan berbasis komunitas itu untuk meningkatkan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT serta mempersiapkan masyarakat untuk kesinambungan pengelolaanya.

Baca juga:  Marak Pencurian Terumbu Karang di Taman Nasional Komodo, Modusnya Pura-Pura Jadi Nelayan

"Pola pikir kita juga harus diubah bahwa pengelolaan destinasi wisata tidak semata-mata untuk meningkatkan PAD tetapi lebih mengedepankan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat," tegas Josef A Nae Soi.

Ia menegaskan apabila sarana penunjang yang memadai sudah tersedia di tujuh destinasi wisata unggulan itu maka pemerintah kabupaten setempat menyediakan infrastruktur penunjang lainnya seperti jalan, air bersih, listrik dan telekomunikasi sehingga menjadi daya tarun bagi wisatawan datang berkunjung ke daerah itu.

 Ilustrasi

Dia menambahkan, pemerintah daerah juga perlu melakukan pendampingan dan memfasilitasi terhadap masyarakat pada tujuh lokasi destinasi wisata unggulan itu untuk menjadi pemilik terhadap destinasi wisata tersebut.

"Perbanyak atraksi budaya atau festival budaya yang disertai narasi-narasi yang mampu menarik wisatawan datang berkunjung ke daerah itu, sehingga masyarakat ikut merasakan dampak langsung dari pembangunan wisata itu," tegas Josef A Nae Soi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini