HUT Ke-76 RI, Ini 4 Destinasi Wisata Bersejarah Mengenang Perjuangan Kemerdekaan

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 16 Agustus 2021 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 408 2456271 hut-ke-76-ri-ini-4-destinasi-wisata-bersejarah-mengenang-perjuangan-kemerdekaan-lI6wNd491J.jpg Tugu Proklamasi di Jakarta Pusat (Okezone.com)

INDONESIA merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 pada 17 Agustus 2021. Perayaan Hari Kemerdekaan sayogianya jangan sebatas seremonial, tapi juga memaknai perjuangan para pahlawan dan menjadikan momentum ini untuk mencapai cita-cita bangsa.

Salah satu cara melihat atau mempelajari sejarah adalah dengan mengunjungi museum-museum yang yang menyimpan sejarah serta barang-barang peninggalan pahlawan. Kemudian ada lokasi-lokasi tertentu untuk mengenang peristiwa bersejarah.

Baca juga:  Benteng Van Der Capellen di Batusangkar Bakal Jadi Museum

Nah berikut ini tiga destinasi wisata bersejarah di Jakarta :

Museum Joang

Museum Joang atau Gedung Joang 45 merupakan salah satu tempat bersejarah yang berikatan dengan perjuangan masyarakat Indonesia, di mana tempat para pemuda membuat revolusi sebelum kemerdekaan. Lokasinya berada di Jalan Raya Menteng Nomor 31, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Kala itu Jepang masuk ke Indonesia (1942-1945) dan menguasai Batavia (Jakarta). Kemudian Hotel Schomper di ambil alih oleh para pemuda Indonesia, serta bangunan hotel digunakan sebagai kantor yang di kelola Ganseikanbu Sendenbu (Jawatan Propaganda Jepang).

Ilustrasi

Gedung Joang 45 (Okezone)

Singkat cerita pada 18 Agustus setelah proklamasi kemerdekaan di gedung ini, dibentuk Komite van aksi untuk mempertahankan kemerdekaan. Selanjutnya pada 22 Agustus 1945, gedung ini dijadikan markas pemuda, sehingga saat itu di kenal istilah pemuda Menteng 31.

Pada tahun 1974 Gedung Joang '45 diresmikan sebagai museum setelah sebelumnya dilakukan renovasi. Museum ini menyimpan banyak koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia di masa perjuangan kemerdekaan RI. Antara lain berupa peralatan perang, atribut, bendera, petaka, replika, piagam, serta diorama peristiwa heroik di masa perang kemerdekaan.

Monas 

Monumen Nasional (Monas), menjadi ikon Indonesia yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat Daerah Khusus IbuKota Jakarta.Bukan hanya dijadikan situs bersejarah mengenang perjuangan Indonesia, dalam kemerdekaan. Tempat ini juga dijadikan tempat wisata sejarah, bisa Anda kunjungi lho.

Ilustrasi

Monas (Okezone.com/Dede)

Pembangunan Monas dimulai pada 17 Agustus 1961, di bawah perintah Presiden Soekarno dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Tunggu berbentuk api membara ini melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Tugu Proklamasi

Selanjutnya adalah Tugu Proklamasi menjadi saksi bahwa Indonesia merdeka dan bebas dari masa penjajahan kalau itu. Monumen ini juga disebut Tugu Petir yang didirikan di atas tanah lapang Kompleks Taman Proklamasi di Jl. Proklamasi (dulu disebut Jl. Pegangsaan Timur No. 56), Jakarta Pusat. Kini dibuat sebagai peringatan proklamasi kemerdekaan RI.

Seperti dilansir dari buku "Indonesia Merdeka" oleh Woro Miswati, Jakarta, di area komplek Tugu Proklamasi, terdapat monumen dua patung Soekarno dan Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan.

Kemudian di tengah-tengah dua patung proklamator terdapat patung naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya.

Dulu naskah Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan untuk pertama kalinya oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1945 di halaman kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56. Rumah bersejarah ini yang dulu disebut Gedung Proklamasi, sudah tidak ada lagi sejak tahun 1960.

 Ilustrasi

Tugu tersebut berbentuk bulatan tinggi berkepala lambang petir, seperti lambang PLN. Tulisan yang kemudian dicantumkan di tugu itu adalah "Di sinilah Dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta."

Museum Fatahillah

Kemudian ada Museum Fatahillah atau dengan nama lain Museum Sejarah Jakarta. Lokasinya berada di kawasan Kota Tua Jakarta, jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat.

Luas daro Museum Fatahillah luasnya lebih dari 1.300 meter persegi. Dulunya museum ini adalah Balai Kota Batavia yang dibangun pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur-Jenderal Joan Van Hoorn.

Jika diperhatikan bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam. Terdiri dari bangunan utama dengan dua sayap di bagian timurdan barat, serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pada 30 Maret 1974, bangunan ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini