Divonis Kena TBC, Seekor Alpaka Dijatuhi Hukum Mati oleh Pengadilan

Firziana Zahra, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 406 2458035 divonis-kena-tbc-seekor-alpaka-dijatuhi-hukum-mati-oleh-pengadilan-8taBRI22vx.jpg Helen Macdonald memeluk alpakanya (PA via Indy100.com)

SEEKOR alpaka di Inggris dihukum mati karena dinyatakan positif mengidap penyakit tuberkulosis (TBC). Hewan khas Pegunungan Andes itu segera disembelih setelah pemiliknya kalah dalam upaya banding di Pengadilan Tinggi.

Alpaka yang dinamakan Geronimo tersebut dinyatakan dua kali positif tuberkulosis sapi berdasarkan hasil pemeriksaan dari Departemen Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan (Defra). Binatang itu pun dijatuhi hukuman mati.

Baca juga:  Inggris Pangkas Biaya Tes Covid-19 bagi Pelancong, Segini Tarifnya

Alpaka tersebut merupakan milik Helen Macdonald yang memiliki sebuah peternakan di Wickwar, South Gloucestershire, Inggris.

Melansir dari Indy100, Kamis (19/8/2021), Macdonald mengimpor hewan peliharaan kesayangannya itu dari Selandia Baru.

 

Macdonald yakin hasil pemeriksaan alpaka miliknya dinyatakan positif TB palsu. Tapi, ia menolak memberi izin dites untuk ketiga kalinya.

Baca juga:  Heboh 'Binatang Besar' Muncul di Laut, Pantai Ini Langsung Ditutup

Seorang juru bicara Defra mengatakan pihaknya tidak ada rencana untuk mengeksekusi alpaka tersebut pada Rabu.

“Kami bersimpati pada situasi Macdonald, sama seperti kami dengan semua orang pemilik hewan yang terkena penyakit mengerikan ini,” katanya.

“Tuberkulosis sapi adalah salah satu ancaman kesehatan hewan terbesar yang kita hadapi saat ini dan menyebabkan kehancuran dan penderitaan bagi keluarga petani dan masyarakat pedesaan di seluruh negeri, sementara merugikan pembayar pajak 100 juta Poundsterling (sekitar Rp1,9 triliun setiap tahunnya.”

“Oleh karena itu, sementara tidak ada yang ingin memusnahkan hewan yang terinfeksi, kita perlu melakukan semua yang kita bisa untuk mengatasi penyakit ini untuk menghentikan penyebarannya dan untuk melindungi mata pencaharian mereka yang terkena dampak.”

 Ilustrasi

Macdonald telah menerima curahan dukungan dari publik, dengan lebih dari 130.000 orang menandatangani petisi yang menyerukan Perdana Menteri Boris Johnson untuk menghentikan pembunuhan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini